Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

Dampak Luapan Sungai di Sukabumi: Rumah Rusak dan Hanyut, Ratusan KK Mengungsi

Desi Rossilawati
Jumat, 19 Desember 2025 | 12:39 WIB
Bagikan
Dampak Luapan Sungai di Sukabumi: Rumah Rusak dan Hanyut, Ratusan KK Mengungsi

VISI.NEWS | SUKABUMI - Ratusan kepala keluarga dari lima kampung di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengungsi karena terdampak luapan Sungai Cidadap. Lima kampung tersebut meliputi Kampung Cisarua, Babakancisarua, Sawahtengah, Cipanas, dan Cikadaka.

"Dari data terupdate kemarin sampai sore, karena banyak yang dievakuasi sebab arus sungai besar, KK kurang lebih 164, kalau jumlah jiwa 400 lebih," ujar Kepala Desa Cidadap, Deden Anta Nurman.

Deden menuturkan lima kampung itu berada di sekitar aliran Sungai Cidadap. Dari seluruh wilayah yang terdampak, kondisi terparah terjadi di Kampung Sawahtengah. Di kampung tersebut, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan, sebagian diantaranya hanyut terbawa arus sungai.

"Terparah itu di Kampung Sawahtengah, kemarin itu ada 20 rumah, yang hanyut 10-an, sisanya rusak berat dan rusak sedang," kata Deden.

Deden menyatakan warga yang terdampak mengungsi ke Sekolah Dasar Kawungluwuk dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di kampung lain yang tidak terdampak luapan sungai.

Deden menjelaskan pada awalnya, Sungai Cidadap tidak terlalu lebar dan masih berjarak aman dari permukiman warga. Namun, luapan sungai yang terjadi berulang kali, diantaranya terjadi pada Desember 2024 kemudian Maret 2025 dan pertengahan Desember tahun ini menyebabkan aliran sungai semakin meluas sehingga jarak antara permukiman warga dan sungai semakin dekat, terutama di Kampung Sawahtengah.

Sejumlah bangunan di kampung Sawahtengah yang sebelumnya berjarak aman dari sungai kini berada tepat di bibir aliran air.

Menurut Deden, relokasi menjadi langkah yang saat ini dipertimbangkan demi keselamatan warga.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.