Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Dampak Luapan Sungai di Sukabumi: Rumah Rusak dan Hanyut, Ratusan KK Mengungsi

Desi Rossilawati
Jumat, 19 Desember 2025 | 12:39 WIB
Bagikan
Dampak Luapan Sungai di Sukabumi: Rumah Rusak dan Hanyut, Ratusan KK Mengungsi

VISI.NEWS | SUKABUMI - Ratusan kepala keluarga dari lima kampung di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengungsi karena terdampak luapan Sungai Cidadap. Lima kampung tersebut meliputi Kampung Cisarua, Babakancisarua, Sawahtengah, Cipanas, dan Cikadaka.

"Dari data terupdate kemarin sampai sore, karena banyak yang dievakuasi sebab arus sungai besar, KK kurang lebih 164, kalau jumlah jiwa 400 lebih," ujar Kepala Desa Cidadap, Deden Anta Nurman.

Deden menuturkan lima kampung itu berada di sekitar aliran Sungai Cidadap. Dari seluruh wilayah yang terdampak, kondisi terparah terjadi di Kampung Sawahtengah. Di kampung tersebut, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan, sebagian diantaranya hanyut terbawa arus sungai.

"Terparah itu di Kampung Sawahtengah, kemarin itu ada 20 rumah, yang hanyut 10-an, sisanya rusak berat dan rusak sedang," kata Deden.

Deden menyatakan warga yang terdampak mengungsi ke Sekolah Dasar Kawungluwuk dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di kampung lain yang tidak terdampak luapan sungai.

Deden menjelaskan pada awalnya, Sungai Cidadap tidak terlalu lebar dan masih berjarak aman dari permukiman warga. Namun, luapan sungai yang terjadi berulang kali, diantaranya terjadi pada Desember 2024 kemudian Maret 2025 dan pertengahan Desember tahun ini menyebabkan aliran sungai semakin meluas sehingga jarak antara permukiman warga dan sungai semakin dekat, terutama di Kampung Sawahtengah.

Sejumlah bangunan di kampung Sawahtengah yang sebelumnya berjarak aman dari sungai kini berada tepat di bibir aliran air.

Menurut Deden, relokasi menjadi langkah yang saat ini dipertimbangkan demi keselamatan warga.

Terkait rencana relokasi tersebut, Deden menyebutkan warga dan pemerintah desa telah menyampaikannya kepada Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, ketika meninjau langsung lokasi terdampak bencana. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.