Curug Roda: Keindahan yang Kurang Sentuhan
Sesampainya di area camping ground dekat gapura masuk, pengunjung bisa beristirahat sejenak. Bangku-bangku sederhana dari batang kayu sudah tersedia, menyatu dengan alam. Jarak menuju curug sekitar 1,5 kilometer dari titik ini. Ada pula bekas “skywalk” bambu yang tampaknya hasil inisiatif desa. Sayang, kondisinya kini perlu perbaikan agar kembali aman dan nyaman, terutama bagi pengunjung yang gemar berswafoto.
Perjalanan sesungguhnya dimulai saat kaki melangkah di jalan setapak menuju curug. Rimbunan pepohonan pinus menjulang tinggi, menciptakan lorong alami yang teduh. Udara segar terasa di setiap tarikan napas. Hingga di titik pertigaan menuju Desa Cinanggela, jalurnya tetap berupa jalan setapak. “Jalannya kecil sampai Cinanggela, tidak bisa dilewati mobil,” jelas Nandang. Tapi justru di situlah keindahannya: perjalanan yang memaksa kita melambat.
Di sisi kanan jalan, barisan pohon pinus berdiri anggun. Di sisi kiri, kebun kopi milik warga Cinanggela tumbuh subur. Ada satu titik yang seolah menjadi “jendela estetik” alami—celah di antara pepohonan yang membuka pandangan ke seberang bukit. Dari sana, mata dimanjakan hamparan hijau pinus yang tertata rapi sejauh pandangan menjangkau. Sebelum tiba di curug, pengunjung harus menyeberangi parit kecil. Andai dibuatkan jembatan mungil yang artistik, perjalanan ini bukan hanya lebih aman, tapi juga menambah daya tarik visual.
Padahal, dengan sentuhan ringan saja, Curug Roda bisa melesat jadi destinasi unggulan. Jembatan kecil di titik-titik licin, anak tangga sederhana di jalur terjal, atau penataan jalur agar tak perlu memutar jauh—hal-hal kecil yang dampaknya besar bagi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Apalagi, suasana hutan pinus di sepanjang perjalanan sudah menghadirkan nuansa romantis yang sulit ditandingi.
Di kawasan Curug Roda sendiri terdapat tiga air terjun. Curug pertama menuntut kewaspadaan ekstra karena ada batu besar di tengah aliran air yang licin dan sulit dijadikan pijakan. Namun justru di situlah tantangan dan keasliannya. Area ini cocok untuk camping ground, hiking, jelajah sepeda gunung, atau sekadar bermain air dan membiarkan pikiran mengalir bersama gemericik air.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!