CTRL+J APAC 2025: Pentingnya Kolaborasi Negara Global South untuk Memperkuat Ekosistem Informasi di Era AI

Desi Rossilawati
Kamis, 31 Juli 2025 | 15:56 WIB
Bagikan
CTRL+J APAC 2025: Pentingnya Kolaborasi Negara Global South untuk Memperkuat Ekosistem Informasi di Era AI

Dari sisi regulasi, peserta konferensi meminta regulator dan pemerintah memahami tantangan terkini yang ditimbulkan oleh AI terhadap jurnalisme dan praktik jurnalistik. Untuk itu, perlu didorong regulasi yang melindungi jurnalisme sebagai barang publik di tengah disrupsi AI. Konferensi juga sepakat akan pentingnya membangun pioneer platform teknologi dari dalam negeri, akan menciptakan laboratorium digital bagi aliansi negara-negara berkembang untuk bereksperimen, serta menciptakan teknologi baru dalam industri media.

Tujuan besarnya adalah agar penerbit media yang peduli pada ekosistem informasi yang kredibel berdasarkan konten yang berkualitas, dapat terbebas dari intervensi pihak ketiga. Upaya membangun jaringan (networking) juga perlu terus dilakukan untuk menjaga stamina gerakan di Global South ini.

Poin-poin penting pada akhir konferensi ini menitikberatkan pada bagaimana melindungi konten berita dari upaya bot AI menyalin semua informasi tanpa izin, menemukan model bisnis yang tepat, mengidentifikasi perusahaan teknologi digital sebagai mitra strategis yang relevan dengan media, serta mendorong terciptanya tata kelola AI yang bisa membantu media-media lokal.

Pada penutupan konferensi, Pengurus Nasional AMSI, Arkka Dhiratara, mengungkapkan terima kasih atas kehadiran semua pemateri dan peserta yang berpartisipasi aktif selama konferensi tiga hari.

“Diskusi panel dengan beragam tema telah memantik sharing knowledge dan informasi, serta sharing pengalaman yang berharga dari negara-negara yang berpartisipasi. Khusus bagi anggota AMSI sendiri, konferensi ini telah membuka perspektif yang lebih luas terkait AI dan bagaimana membangun networking di antara negara-negara Global South,” katanya.

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida juga berterima kasih atas tiga hari kegiatan yang membuka wawasan para peserta.

“Saya percaya bahwa informasi yang berkualitas itu mahal dan langka, terlebih di era AI. Karena itu, peran jurnalis menjadi makin menonjol dibandingkan era sebelumnya. Inilah alasan mengapa menjaga kepercayaan terhadap profesi jurnalis masih relevan hingga kini,” tuturnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.