CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

Desi Rossilawati
Kamis, 24 Juli 2025 | 18:21 WIB
Bagikan
CTRL+J APAC 2025 Hari Kedua: Ketika AI, Bahasa Lokal, dan Keadilan Data Jadi Sorotan

VISI.NEWS | JAKARTA - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan International Fund for Public Interest Media (IFPIM) tengah menggelar konferensi regional CTRL+J APAC 2025 di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada (22-24/7/2025).

Mengutip dari rilis yang diterima VISI.NEWS, Kamis (24/7/2025), seminar ini dilaksanakan selama tiga hari ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama lintas negara di Asia–Pasifik untuk merumuskan standar jurnalisme yang berkualitas di era Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini mengumpulkan para jurnalis, penggiat media, akademisi, dan pelaku teknologi digital.

Pada hari kedua konferensi ini, panel diskusi bertema 'Preparing the Future: The State of Play in APAC' menghadirkan tiga pembicara, salah satunya Jacque Manabat, jurnalis multimedia asal Filipina yang membagikan pengalamannya dalam kerja jurnalistik. Di era AI, Jacque  menggunakan platform media sosial seperti TikTok untuk memproduksi konten berita terkini. Sebagai newsfluencer atau influencer yang menyampaikan berita, Jacque tetap menggunakan metode jurnalistik dalam bekerja; melakukan pengecekan fakta dan disiplin verifikasi, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

“Kami masih melakukan pekerjaan dengan metode jurnalistik, hanya saja dengan bentuk penceritaan yang berbeda,” kata Jacque.

Sementara itu, peneliti dari Kyoto University, Irendra Radjawali, menyoroti bias data dalam sistem AI.

“Data yang dimasukkan ke dalam AI sangat bias karena sebagian besar dibuat oleh programmer kulit putih dan Barat, jadi sebenarnya tidak lengkap dan serba tahu seperti yang kita asumsikan,” ungkap Irendra.

Pada panel diskusi bertema 'Preparing the Future: Compensation Strategies' menghadirkan empat pembicara. Wakil Ketua Public Interest Publishers Alliance Australia (PIPA), Nelson Yap, memaparkan kondisi media di negaranya.

“Jurnalisme adalah infrastruktur publik yang sangat penting dan pemerintah Australia mengakui hal ini. Pada 2025, pemerintah Australia mendistribusikan dana hibah sebesar $99 juta untuk organisasi berita selama tiga tahun,” ungkap Nelson.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.