Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

CNG Gantikan LPG, Strategi Energi Hadapi Tekanan Impor

Desi Rossilawati
Senin, 4 Mei 2026 | 12:41 WIB
Bagikan
CNG Gantikan LPG, Strategi Energi Hadapi Tekanan Impor

VISI.NEWS | JAKARTA - Rencana pemerintah mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram mencerminkan perubahan arah kebijakan energi nasional yang semakin strategis. Langkah ini tidak hanya dilihat sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai respons terhadap tekanan struktural yang selama ini membebani sektor energi, khususnya ketergantungan tinggi terhadap impor elpiji.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton. Kesenjangan ini membuat Indonesia sangat bergantung pada pasokan luar negeri, yang secara langsung berdampak pada stabilitas anggaran negara dan kerentanan terhadap fluktuasi harga global.

Dalam konteks tersebut, pemerintah mulai mengarahkan kebijakan pada pemanfaatan gas alam domestik melalui CNG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pengembangan CNG untuk tabung 3 kilogram tengah disiapkan dengan potensi efisiensi biaya yang signifikan.

“Untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat. Dan ini ongkosnya lebih murah 30 sampai 40 persen,” ujar Bahlil dalam keterangannya dikutip, Senin (4/5/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa efisiensi ekonomi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kebijakan ini.

Secara karakteristik, perbedaan antara LPG dan CNG menjadi faktor penting dalam analisis kebijakan ini. LPG merupakan campuran propana dan butana yang sebagian besar berasal dari impor, sedangkan CNG adalah gas alam yang dikompresi dan didominasi metana dari sumber domestik. Perbedaan ini membuat CNG lebih berpotensi mendukung kemandirian energi nasional.

Namun, keunggulan tersebut tidak serta merta menjadikan transisi berjalan mulus. Tantangan utama terletak pada infrastruktur distribusi. LPG selama ini memiliki jaringan distribusi yang matang hingga tingkat rumah tangga, sementara CNG masih membutuhkan investasi besar untuk pembangunan stasiun pengisian, sistem distribusi, serta mekanisme penyaluran seperti virtual pipeline.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.