Climber Diadili atas Dugaan Lalai Tinggalkan Kekasih Hingga Tewas di Grossglockner

ED
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:05 WIB
Bagikan
Climber Diadili atas Dugaan Lalai Tinggalkan Kekasih Hingga Tewas di Grossglockner

Perbedaan versi pun muncul mengenai kronologi kejadian. Pihak pembela menyatakan pasangan itu mencapai titik bernama Frühstücksplatz pada pukul 13.30, 18 Januari 2025, yang merupakan titik setelahnya tidak memungkinkan untuk kembali sebelum mencapai puncak. Karena tidak merasa kelelahan atau kewalahan, mereka memutuskan melanjutkan pendakian.

Namun jaksa menyebut pasangan tersebut terjebak sekitar pukul 20.50 dan terdakwa gagal menghubungi polisi ataupun mengirimkan sinyal darurat, bahkan ketika helikopter polisi melintas sekitar pukul 22.50. Pengacara membantah tuduhan itu dan menyatakan saat itu keduanya masih merasa baik-baik saja dan mengira sudah sangat dekat dengan puncak.

Rekaman webcam menunjukkan cahaya senter mereka bergerak naik di lereng gunung. Tak lama kemudian, menurut pengacara, situasi berubah drastis ketika Kerstin tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda kelelahan parah. Pada pukul 00.35 tanggal 19 Januari, Thomas P menghubungi polisi gunung. Isi percakapan tersebut masih diperdebatkan. Pihak pembela menyatakan kliennya meminta pertolongan dan menyangkal tudingan bahwa ia mengatakan semuanya baik-baik saja. Sementara polisi menuduh ia kemudian mematikan suara ponsel dan tidak merespons panggilan berikutnya.

Menurut keterangan pembela, pasangan itu berhasil mencapai titik sekitar 40 meter di bawah salib penanda puncak Grossglockner. Karena Kerstin terlalu lemah untuk bergerak, Thomas P memutuskan meninggalkannya untuk mencari bantuan dengan menyeberangi puncak dan turun dari sisi lain. Jaksa menyebut ia meninggalkan korban sekitar pukul 02.00 dini hari tanpa menggunakan selimut penyelamat aluminium atau perlengkapan lain untuk melindunginya dari dingin ekstrem.

Jaksa juga menilai terdakwa baru benar-benar memberi tahu layanan darurat secara penuh pada pukul 03.30, saat kemungkinan besar sudah terlambat. Angin kencang membuat evakuasi helikopter tidak memungkinkan sepanjang malam. Kerstin G akhirnya meninggal sendirian di lereng bersalju yang membeku.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.