Chef Asal Prancis Turun Tangan, Hadirkan Masakan Rumahan di Dapur Darurat Longsor KBB
Ia mengaku masih ingin terus belajar dan menikmati perbedaan cara memasak, baik dari orang Sunda, Bali, maupun Jawa.
Sementara itu, Rukanda Koswara, Ketua Indonesia Chef Association (ICA), menjelaskan bahwa keterlibatan para chef dalam penanganan bencana sudah menjadi bagian dari komitmen organisasi.
Menurutnya, para juru masak siap membantu di mana pun dibutuhkan, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di luar Pulau Jawa.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan memang sederhana, berupa tenaga dan kemampuan memasak di dapur darurat, namun nilai kebersamaan dan kerja sama sangat terasa. Rukanda juga merasakan kekompakan antara relawan ICA dan Tagana selama berada di lokasi.
“Kita membantu dengan tenaga, eksekusi di dapur dan kompor. Yang terasa itu kebersamaan dan kerja sama yang kompak,” katanya.
Di sela kegiatan memasak, baik David maupun Rukanda menyampaikan doa bagi para korban bencana, terutama keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya yang hilang. Mereka berharap para korban diberi kekuatan lahir dan batin, serta mampu menerima setiap takdir yang telah ditetapkan.
Di dapur sederhana itu, masakan menjadi lebih dari sekadar makanan. Bagi para chef relawan, setiap porsi yang disajikan adalah bentuk kepedulian, solidaritas, dan upaya menghadirkan kehangatan di tengah situasi bencana. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!