Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Chef Asal Prancis Turun Tangan, Hadirkan Masakan Rumahan di Dapur Darurat Longsor KBB

Desi Rossilawati
Senin, 2 Februari 2026 | 11:30 WIB
Bagikan
Chef Asal Prancis Turun Tangan, Hadirkan Masakan Rumahan di Dapur Darurat Longsor KBB

VISI.NEWS | KAB. BANDUNG BARAT - Aroma masakan rumahan menguap di dapur darurat bencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Aroma itu datang dari ayam bumbu manis, terong balado, dan tempe goreng yang dimasak para relawan untuk para warga terdampak longsor.

Di antara para relawan, tampak David Cailleba, chef asal Prancis, yang ikut memasak bersama anggota Indonesia Chef Association (ICA) dan Tagana. Jauh dari tanah kelahirannya, David memilih turun langsung membantu penyintas lewat dapur bencana.

Keterlibatan David bermula dari pertemuannya dengan rekan-rekan chef dalam acara Chef Day pada 25 Januari 2026. Saat itu, ia baru kembali tinggal di Indonesia dan bergabung dengan ICA. Dari ICA, David menerima informasi tentang bencana di Kabupaten Bandung Barat dan langsung bergabung ke dapur darurat.

“Saya dapat banyak pesan, ada informasi bencana dan ada yang mau bantu masak. Dari situ saya bilang saya ikut,” ujar David dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Senin (2/2/2026).

Meski berasal dari Prancis, David tidak membawa masakan khas negaranya ke dapur bencana. Ia justru menyesuaikan menu dengan selera lokal.

“Karena ini di Bandung Barat, otomatis kita sesuaikan dengan masakan Sunda,” katanya.

Bagi David, dapur bencana bukan tempat menunjukkan kemampuan atau ego sebagai chef. Ia lebih banyak mengamati dan belajar dari sesama relawan.

“Saya lihat mereka masak, saya ambil ilmunya karena setiap chef beda-beda. Aslinya sama, tapi mereka punya trik,” ujarnya.

Ia mengaku masih ingin terus belajar dan menikmati perbedaan cara memasak, baik dari orang Sunda, Bali, maupun Jawa.

Sementara itu, Rukanda Koswara, Ketua Indonesia Chef Association (ICA), menjelaskan bahwa keterlibatan para chef dalam penanganan bencana sudah menjadi bagian dari komitmen organisasi.

Menurutnya, para juru masak siap membantu di mana pun dibutuhkan, tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di luar Pulau Jawa.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan memang sederhana, berupa tenaga dan kemampuan memasak di dapur darurat, namun nilai kebersamaan dan kerja sama sangat terasa. Rukanda juga merasakan kekompakan antara relawan ICA dan Tagana selama berada di lokasi.

“Kita membantu dengan tenaga, eksekusi di dapur dan kompor. Yang terasa itu kebersamaan dan kerja sama yang kompak,” katanya.

Di sela kegiatan memasak, baik David maupun Rukanda menyampaikan doa bagi para korban bencana, terutama keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya yang hilang. Mereka berharap para korban diberi kekuatan lahir dan batin, serta mampu menerima setiap takdir yang telah ditetapkan.

Di dapur sederhana itu, masakan menjadi lebih dari sekadar makanan. Bagi para chef relawan, setiap porsi yang disajikan adalah bentuk kepedulian, solidaritas, dan upaya menghadirkan kehangatan di tengah situasi bencana. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.