"Charlie Hebdo" Kembali Berulah, Warga Iran Protes Keras di Depan Kedutaan Prancis
VISI.NEWS | TEHERAN, IRAN - Ratusan warga Iran memprotes di luar kedutaan Prancis di Teheran pada hari Minggu memprotes setelah mingguan satir Prancis Charlie Hebdo menerbitkan kartun pemimpin tertinggi republik Islam itu.
Majalah tersebut pada hari Rabu (4/1) menerbitkan karikatur Ayatollah Ali Khamenei untuk mendukung protes di Iran yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, 16 September dalam tahanan, menyusul penangkapannya karena diduga melanggar aturan berpakaian yang ketat di negara tersebut.
Iran telah memperingatkan Prancis atas kartun yang "menghina dan tidak senonoh" yang muncul dalam edisi khusus untuk memperingati serangan mematikan tahun 2015 di kantor majalah itu di Paris.
Lusinan pengunjuk rasa, kebanyakan dari mereka adalah pelajar seminari, berkumpul di depan kedutaan besar di pusat ibu kota Teheran dan membakar bendera Prancis, lapor wartawan AFP.
"Prancis, malu!" kerumunan berteriak.
Melambai-lambaikan bendera Iran, mereka memegang foto Khamenei dan tanda bertuliskan "Saya akan mengorbankan hidup saya untuk pemimpin," dan "Malu pada Charlie Hebdo."
"Saya datang untuk mendukung revolusi saya, pemimpin saya", kata mahasiswa seminari berusia 17 tahun, Karim Heydarpour.
Demonstrasi pro-pemerintah serupa diadakan di kota suci Qom Iran, 128 kilometer (80 mil) selatan Teheran, lapor penyiar negara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!