Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

CATATAN SEPAK BOLA | Suara Hati Spaso dan Kompetisi Liga

ED
Kamis, 3 November 2022 | 11:57 WIB
Bagikan
CATATAN SEPAK BOLA | Suara Hati Spaso dan Kompetisi Liga

VISI.NEWS - Sabtu kelabu di Stadion Hillsborough, Sheffield, 15 April 1989. Sejumlah 97 –awalnya 94-- nyawa melayang pada laga antara Liverpool dan Nottingham Forest. Keduanya memperebutkan tiket ke final Piala FA.

Di Inggris, itulah tragedi domestik sepakbola terburuk sepanjang sejarah. Kerusuhan terjadi sebelum pertandingan dimulai. Kerusuhan membuat pertandingan antara Liverpool dan Nottingham Forest urung dilangsungkan.

Penyidik dan otoritas Inggris bergerak cepat. Beragam konklusi didapat. Tak satu pun yang 100% memuaskan publik soal penyebab melayangnya 97 nyawa penonton itu, sampai saat ini. Tapi, malapetaka itu tak menghentikan sepakbola. Laga semifinal itu dipindahkan ke Stadion Old Trafford, Manchester, tiga minggu kemudian. Pertandingan aman, Liverpool menang dan maju ke final.

Hanya tiga minggu Inggris menghentikan sepak bola karena duka Hillsborough?  Tidak juga. Seminggu setelah Tragedi Hillsborough, Kompetisi Divisi I (kini namanya Premier League), tetap bergulir. Dengan tanda-tanda duka yang disematkan para pemain di lapangan.

Begitulah Inggris. Tragedi Hillsborough adalah duka. Tapi, dia ditempatkan pada posisi yang tepat. Persoalan pelanggaran hukum ditangani penyidik dan tim investigasi. Sepakbola jalan terus. Pun ketika Tragedi Heysel terjadi di Brussels, Belgia.

Duel final Piala Champions 1985 (kini Liga Champions) mempertemukan antara Juventus dan Liverpool, juga rusuh. Sejumlah 39 orang, kebanyakan pendukung Liverpool, tewas. Peristiwa itu tak menghentikan sepak bola. Musim berikutnya, Piala Champions bergulir sesuai jadwal yang ditetapkan.

Persoalan Kanjuruhan, faktanya, telah menghentikan Kompetisi Liga 1 lebih dari sebulan. Tak ada tanda-tanda pasti, kapan kompetisi akan bergulir kembali.

Tentu saja, apa yang terjadi di Kanjuruhan, adalah sebuah tragedi. Peristiwa itu menyulut duka yang amat dalam. Sejumlah 135 nyawa melayang dalam pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.