Catatan Kritis untuk Industri Media Tanah Air dan Tanggung Jawab Sosial Jurnalis
Ketiga, media perlu meredam potensi deskruktif. Keempat, media harus bisa menjadi ruang diskursus publik. Dan terakhir, media menawarkan alternatif solusi yang konkret, dan bahkan kalau perlu seorang jurnalisnya ikut turun tangan dalam batas-batas tertentu.
Menutup pemaparannya dia mengatakan bahwa tanggung jawab sosial media harus secara nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai konsumen informasi.
Selain itu masyarakat juga akan terliterasi di depan media, di hadapan Jurnalis sehingga masyarakat ke depannya akan semakin krisis terhadap media (jurnalis).
Sementara itu, dalam catatan pembuka, Wasekjen MUI Bidang Infokom, KH Asrori S Karni, menekankan bahwa seorang jurnalis harus memiliki rasa tanggung jawab sosial.
“Seorang jurnalis itu harus memiliki sisi tanggung jawab sosial, jadi kalau di perusahaan ada Corporate Social Responsibility (CSR), maka dalam dunia jurnalisme kita pikirkan semacam journalist social responsibility,” kata dia.
“Saya kira, jurnalisme sendiri filosofinya adalah tanggung jawab social, karena dia hadir untuk memenuhi hak public untuk tahu,” imbuhnya.
Dewasa ini, media sosial sudah menjadi bagian dari masyarakat. Seiring dengan adanya perkembangan teknologi, masyarakat semakin mudah mengakses berita-berita dari media sosial setiap harinya.
Dengan pesatnya perkembangan ini, diharapkan jurnalis dapat menyajikan informasi yang bersifat edukatif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!