Cara Bijak Menghadapi Hinaan Menurut Al-Qur’an dan Hadis Nabi

Desi Rossilawati
Minggu, 13 Juli 2025 | 23:00 WIB
Bagikan
Cara Bijak Menghadapi Hinaan Menurut Al-Qur’an dan Hadis Nabi
VISI.NEWS | BANDUNG - Dalam kehidupan, tidak semua orang akan menyukai kita. Bahkan, tak jarang kita menerima perlakuan buruk, mulai dari hinaan, caci maki, hingga direndahkan tanpa alasan jelas. Situasi seperti ini tentu melukai hati dan mengguncang emosi. Namun, dalam ajaran Islam, kita diajarkan untuk menanggapi keburukan dengan kesabaran dan kebaikan. Rasulullah SAW sendiri kerap dihina dan disakiti oleh kaum musyrikin, tetapi beliau selalu membalas dengan kesabaran dan doa kebaikan bagi mereka. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surat Fussilat ayat 34 yang menyebutkan bahwa membalas keburukan dengan kebaikan dapat meluluhkan hati musuh sekalipun. Kisah para nabi dan sahabat menegaskan teladan ini. Suatu ketika, Abu Bakar dihina dan diancam akan dicela hingga ke liang kubur. Dengan tenang, ia menjawab, "Dia akan masuk bersamamu, bukan bersamaku." Begitu juga Nabi Isa AS, ketika dihina, beliau justru membalas dengan kata-kata baik. Ketika sahabatnya bertanya mengapa, Nabi Isa menjawab, "Setiap orang memberi sesuai yang ada padanya." Dalam menghadapi hinaan, Nabi Muhammad SAW mendoakan agar Allah mengampuni mereka, sebagaimana doa beliau,

اللهم اغفر لقومي، فإنهم لا يعلمون

Arab latin: Allahummaghfir li qaumi fa innahum la ya'lamun. Artinya: "Ya Allah ampunilah kaumku, (mereka berbuat demikian) karena mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari dan Muslim). Selain itu, umat Islam dianjurkan membaca doa perlindungan seperti

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Arab latin: Hasbunallah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'man nasir Artinya: "Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung". Islam juga mengajarkan agar kita tetap berlapang dada dan mendoakan orang-orang yang iri kepada kita, sebagaimana diajarkan dalam doa yang meminta Allah mengampuni para pendengki karena kesempitan hati mereka. Untuk menyikapi hinaan, umat Islam diingatkan untuk tidak larut dalam perkataan orang lain, tidak berusaha membela diri secara berlebihan, menyadari bahwa diri sendiri tidak sempurna, serta menjauhi orang-orang yang suka mencela. Sikap memaafkan menjadi puncak akhlak mulia yang menenangkan hati dan menambah kekuatan jiwa. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.