Bursa Saham Asia Anjlok 6%: 5 Fakta Mengejutkan Saat Harga Minyak Dunia Tembus US$100
Australia dan Pasar Global Ikut Terpukul
Dampak bursa saham Asia anjlok juga terlihat di Australia. Indeks utama negara tersebut, S&P/ASX 200, turun sekitar 3,6 persen pada awal perdagangan.
Sentimen negatif tidak hanya terjadi di Asia. Tekanan pasar juga mulai merambat ke Amerika Serikat. Kontrak berjangka indeks saham AS seperti, Dow Jones Industrial Average, S&P 500, Nasdaq-100 juga mengalami pelemahan signifikan.
Kontrak berjangka Dow Jones dilaporkan turun lebih dari 800 poin atau sekitar 1,7 persen. Sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing melemah sekitar 1,5 persen hingga 1,6 persen.
Pelemahan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran investor terhadap lonjakan harga energi telah menyebar ke pasar global.
Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel
Pemicu utama bursa saham Asia anjlok adalah lonjakan harga minyak dunia yang menembus level psikologis US$100 per barel.
Harga minyak mentah jenis Brent Crude Oil tercatat melonjak lebih dari 16 persen hingga sekitar US$107 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate juga naik hampir 18 persen ke level sekitar US$107 per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan minyak global setelah sejumlah produsen minyak besar di Timur Tengah mengurangi produksi dan jalur pelayaran penting terganggu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!