Bupati Jember Lantik Jajaran BUMD, Targetkan Terobosan Baru Penggerak Ekonomi Daerah
VISI.NEWS – Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jember resmi memulai tugas setelah dilantik Bupati Jember, Muhammad Fawait, di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (20/7/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola perusahaan daerah sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pelantikan tersebut, Ardani Yusuf dipercaya sebagai Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan, didampingi Rofiih sebagai Direktur Umum dan Rendra Wirawan sebagai Direktur Teknis. Sementara itu, Dewan Pengawas BUMD diperkuat oleh Evi Lestari, Agus Nur Yasin, Gatot Triyono, Mudahar Abusiri, Yudi Hartono, dan Danang Andriasmara.
Lengkapnya struktur kepengurusan menjadi modal awal bagi Perumdam Tirta Pandalungan dan Perumda PDP Kahyangan untuk mempercepat pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kontribusi BUMD terhadap pembangunan Kabupaten Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai perpaduan antara tenaga profesional dan tokoh yang memiliki pengalaman sebagai aktivis menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan inovasi. Menurutnya, BUMD harus mampu menjawab tantangan zaman dengan kebijakan yang kreatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Komposisi ini sangat ideal. Ada yang memiliki kemampuan teknis dan profesional, ada pula yang terbiasa berpikir kreatif. Saya yakin kolaborasi ini akan menghasilkan perubahan positif bagi BUMD di Jember," ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan BUMD tidak hanya bertugas menghasilkan keuntungan perusahaan, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian daerah dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, peningkatan kinerja perusahaan daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sebagai tindak lanjut, seluruh direksi dan dewan pengawas diberi waktu selama dua minggu untuk menyusun program kerja dan strategi baru yang akan menjadi dasar transformasi BUMD. Program tersebut nantinya dipresentasikan di hadapan Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kinerja perusahaan daerah.
Gus Fawait juga mengingatkan agar setiap inovasi yang disusun tidak bergantung pada tambahan anggaran dari APBD. Ia mendorong jajaran BUMD memanfaatkan berbagai peluang pendanaan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sehingga mampu menghadirkan perubahan tanpa membebani keuangan daerah.
"Kami menunggu terobosan yang kreatif, bukan sekadar mengajukan tambahan anggaran. Selama sesuai aturan dan membawa manfaat bagi masyarakat, saya mendukung inovasi yang lahir dari semangat bekerja dan memberikan pelayanan terbaik," tegasnya.
Melalui kepengurusan baru ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap BUMD mampu tampil lebih adaptif, profesional, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!