Bupati DS Lepas Ekpor Pakan Ikan Hias ke Jepang, Sekali Kirim Rp 1,5 Miliar
Menurut Ina, ekspor produk frozen ini merupakan yang pertama kali ke Jepang. "Satu kali ekspor senilai Rp 1,4 miliar," katanya.
Ia mengatakan di perusahaan itu ada sekitar 200 pekerja. Menurutnya, kalau perusahaan ini terus berkembang maka akan menambah kesempatan atau peluang kerja bagi masyarakat. "Bisa menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung," katanya.
Ina berharap PT. Kyorin bisa mengembangkan usahanya dan lebih banyak lagi negara yang menjadi tujuan ekspornya. "Supaya masyarakat Kabupaten Bandung bisa bekerja di perusahaan ini. Dengan harapan bisa menggerakkan pertumbuhan perekonomian Kabupaten Bandung. Ini salah satu konsep pentahelix Pak Bupati Bandung, sehingga pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung akan lebih baik," katanya.
Sementara itu, CEO PT. Kyorin Grup Indonesia Indra Krisnamukti mengatakan, fokus pada produksi pakan ikan hias. "Karena kami melihat potensi pasar pakan ikan hias di dunia sedang tumbuh dan berkembang, baik pasar di Asia maupun di Amerika," kata Indra.
Indra mengatakan, pelaksanaan ekspor produk frozen ini merupakan tahap awal untuk mengenalkan produk produksi dari Kabupaten Bandung ini untuk ke pasar dunia. "Insya Allah produk yang kami hasilkan di Kabupaten Bandung ini menjadi produk berkualitas dan bisa bersaing di pasar internasional," katanya.
Indra mengatakan tujuan pasar atau ekspor pakan itu adalah ke Jepang dan Amerika. "Bahan baku cacing darah ini kami dapatkan hanya lokal Bandung dan sekitarnya dengan melibatkan sekitar 200-300 petani. Bahan baku cacing darah ini yang berasal dari sawah dan sungai, masih tangkapan alam. Insya Allah kedepannya untuk dilakukan budidaya cacing darah di Kabupaten Bandung," katanya.@maf/gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!