Bupati Bedas Bakal Sulap Ribuan Hektare Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif, Begini Penjelesannya
Tak hanya itu, Bupati Bedas menyatakan pihaknya bersama para akademisi juga akan menghadirkan inovasi untuk menjaga ketahanan pangan. Diantaranya adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian.
"Misalnya kami sudah siapkan inovasi budidaya padi gogo atau komoditi lainnya. Kalau setahun biasanya hanya satu kali panen, nanti bisa panen 3 hingga 4 kali. Ini suatu terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Kang DS.
Hal lain yang diberikan Bupati Bandung bagi para petani adalah solusi konkret dalam memasarkan komoditi hasil pertanian. Salah satunya dengan menyiapkan offtakernya atau pembeli hasil pertanian masyarakat Kabupaten Bandung.
"Selama ini yang menjadi masalah para petani adalah marketnya. Pemasarannya. Saya datangkan langsung offtakernya dan sudah bekerjasama dengan Pemkab Bandung. Nanti petani tidak bingung lagi menjual hasil pertaniannya," kata Kang DS.
Dengan hadirnya offtaker yang menampung berbagai hasil pertanian, Kang DS optimistis para petani di Kabupaten Bandung akan meningkat taraf hidupnya.
Terlebih, lahan pertanian yang dikelola para petani pun semakin luas dengan dihidupkannya kembali ribuan hektare lahan tidur yang selama ini terbengkalai menjadi sumber daya yang bernilai dan produktif.
Jika lahan terbengkalai di tiap kecamatan dihidupkan kembali dan dimanfaatkan oleh para petani dan masyarakat sekitar, Bupati optimistis dalam beberapa tahun ke depan Kabupaten Bandung akan menjadi salah satu lumbung pangan nasional, terutama komoditi padi.
Upaya ini, tegas Bupati, juga sebagai strategi Pemkab Bandung untuk memperluas areal tanam baru guna menguatkan program ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!