Bupati Bandung Gelar Jumling di Majalaya, Salurkan Santunan Anak Yatim dan Bantuan Masjid
Secara kesehatan, kata Kang DS, sekitar 90 persen penyakit berasal dari pikiran, dan 10 persen karena kondisi badan kurang stabil.
"Maka masjid ini salah satu tempat syiar dan diharapkan dapat meningkatkan kemakmuran masjid," katanya.
Kang DS mengungkapkan menjabat Bupati Bandung berpasangan dengan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb periode kedua tahun 2025-2030 baru setahun, tepatnya setelah 20 Februari 2025 dilantik.
"Seja lapor kepada masyarakat melalui Jumat Keliling, alhamdulillah visi misi dari 57 rencana aksi sudah terealisasi 74 persen. IPM meningkat, terutama di bidang keagamaan. Program guru ngaji atau insentif guru ngaji walaupun TKD (Transfer Ke Daerah) Kabupaten Bandung berkurang sekitar Rp1 triliun, tapi insya Allah insentif guru ngaji tetap full Rp109 miliar per tahun," jelasnya.
Menurutnya, besaran anggaran insentif guru ngaji itu untuk 17.000 kuota guru ngaji, namun yang baru terdaftar sekitar 15.800 guru ngaji.
"Semuanya sudah diberikan insentif guru ngaji setiap bulannya. Berupa uang Rp350.000/bulan, dan dibagikan tiga bulan sekali. Ditambah BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila kecelakaan dijamin, kemudian meninggal dunia ada jaminan kematian Rp42 juta. Kalau sudah tiga tahun kepesertaannya dan meninggal dunia ditambah Rp174 juta untuk ahli warisnya untuk melanjutkan kuliah," ujarnya.
Kang DS turut menyampaikan program keagamaan yaitu BESTI atau Beasiswa Ti Bupati. Lahirnya program BESTI ini, katanya, sebelumnya banyak anak-anak yang berprestasi yang cerdas, hafal Al-Quran, tapi tidak bisa melanjutkan kuliah.
"Kenapa? Karena orang tuanya tidak ada kemampuan. Maka dari mulai saya terpilih jadi Bupati Bandung sampai hari ini tetap untuk Beasiswa Ti Bupati akan kita lanjutkan. Tahun ini kita siapkan 250 calon mahasiswa," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!