Bunga Desa, Bupati Dadang Supriatna: Menampung Aspirasi Masyarakat Dijawab Dengan Program Nyata
Selanjutnya, kata Kang DS, program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Program ini dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat, dan mereka tidak terjebak bank emok.
"Karena bank emok merusak karakter masyarakat. Bank emok itu bunganya 28 persen per bulan, pinjaman online 9 persen per bulan. Apalagi saat ini ada judi online yang dapat merusak karakter masyarakat," ucapnya.
Kang DS menyebutkan bahwa dengan adanya program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan ini, Pemkab Bandung sudah menganggarkan Rp 70 miliar.
"Saat melaksanakan Bunga Desa dan Rembug Bedas, ternyata peminatnya cukup banyak. Dengan adanya program pinjaman ini masyarakat Kabupaten Bandung lebih sejahtera, insya Allah pemerintah pun bahagia. Itu harapan saya, dan saat ini sudah mencapai 35.000 nasabah," katanya.
Ia mengatakan para pemuda dan pemudi yang masih menganggur tidak perlu khawatir dan bingung. "Menurut pengamatan saya tidak ada istilah menganggur, tinggal ada kemauan karena kami sudah menyiapkan pelatihan-pelatihan melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung," katanya.
"Baik itu pelatihan komputer, tata bahasa, tata rias, tata boga, perikanan atau budidaya ikan sudah dipersiapkan," imbuhnya.
Kang DS mengatakan, pemuda yang ingin bekerja di Korea maupun Jepang, sudah disiapkan pelatihan bahasa tersebut. Bahkan pemerintah siap menganggarkan biaya untuk memberangkatkan calon tenaga kerja hingga ke Jepang dan Korea.
Sehingga para ketua RT maupun RW untuk menemui para pemuda yang masih nganggur untuk ditanya ingin kerja apa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!