Bunga Desa, Bupati Dadang Supriatna: Menampung Aspirasi Masyarakat Dijawab Dengan Program Nyata
Bupati Dadang mengungkapkan bahwa 13 program prioritas sudah berjalan, di antaranya insentif guru ngaji di Kabupaten Bandung dengan anggaran Rp 109 miliar per tahun. Selain itu, insentif RT, RW, siltap perangkat desa, BPD, LPMD, kepala desa, linmas, kader PKK dan lainnya.
"Termasuk pada tahun 2024, semua petani di Kabupaten Bandung diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Selama kepemimpinan saya di Kabupaten Bandung, tercatat sudah 188.000 BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk BPJS Kesehatan, sehingga UHC (Universal Health Coverage) Kabupaten Bandung sudah mencapai 99,57 persen. Artinya fasilitas kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk 3,7 juta jiwa sudah mendapatkan fasilitas kesehatan. Semoga mereka tetap sehat," tuturnya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, membangun rumah sakit dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"UHC Kabupaten Bandung sudah mencapai 99,57 persen, sehingga mendapatkan UHC Award dari Pak Presiden," katanya.
Ia pun menjelaskan program Besti (Beasiswa Ti Bupati) Bandung. Syaratnya untuk anak-anak berprestasi, tetapi orang tuanya tidak punya biaya untuk mensekolahkan atau melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi.
"Minimal hafidz Al-Qur'an 1 juz dan prestasi lainnya. Termasuk para petani di Kabupaten Bandung bisa memanfaatkan program Besti," katanya.
Melalui program Besti itu, dijelaskan, Pemkab Bandung pada tahun 2022 menganggarkan untuk 80 mahasiswa, tahun 2023 sebanyak 125 mahasiswa dan tahun 2024 sebanyak 250 mahasiswa.
"Ternyata peminatnya cukup banyak, hampir 3000 orang yang mendaftarkan pada setiap tahunnya. Insya Allah tahun 2025 dianggarkan untuk 500 calon mahasiswa," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!