Bulog Tembus 3,7 Juta Ton Beras: Negara Kini Serap Gabah Langsung dari Petani
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 15 Mei 2025 | 15:00 WIB
VISI.NEWS | KARAWANG - Pemerintah mencatat sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional. Cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini mencapai 3,7 juta ton, menjadi yang tertinggi dalam empat dekade terakhir. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut capaian ini tak lepas dari peran vital para petani serta sistem pengelolaan gabah yang semakin modern.
Saat meninjau fasilitas Rice Mill Unit (RMU) milik Bulog di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Sudaryono memuji kesiapan Bulog dalam menyerap dan mengolah gabah petani secara langsung.
"Apa yang saya lihat, Bulog ini sudah prima, Bulog itu handal, dalam urusan menyerap gabah sampai dengan tidur di lapangan, hingga mengolah serta memasarkan produk hasil petani kita," ujar Sudaryono dalam kunjungannya, Kamis (15/5/2025).
Ia mengungkap, gudang Bulog kini menyimpan 3,7 juta ton beras hasil serapan dari Januari hingga pertengahan Mei 2025.
"Dulu kita pernah mencatatkan rekor 3 juta ton cadangan beras di tahun 1984, sampai mendapatkan penghargaan swasembada beras oleh FAO. Saat ini kita telah melampaui secara kuantitas rekor tertinggi yang ada, ini capaian luar biasa," tegasnya.
"Ini berkat kerja keras petani kita, dan seluruh pihak yang menunjang pertanian kita sehingga mendapatkan hasil ini," sambungnya.
Sudaryono menambahkan, salah satu kunci keberhasilan adalah instruksi Presiden Prabowo untuk menyerap gabah langsung dari petani, bukan membeli beras dari pedagang, demi memperkuat posisi negara dalam menjaga pasokan pangan secara nasional.
Dengan capaian ini, ia berharap kualitas pelayanan Bulog terhadap petani dan masyarakat dapat terus ditingkatkan, sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan optimal di seluruh Indonesia. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!