Bukan yang Pertama: Klarifikasi Soal Keanggotaan Kamila Andini di Academy
VISI.NEWS | BANDUNG - Sejumlah media pada Senin (30/6/2025), ramai memberitakan Kamila Andini sebagai sutradara perempuan Indonesia pertama yang menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Namun, klaim tersebut dibantah oleh Amelia Hapsari, seorang sutradara perempuan Indonesia yang telah lebih dulu menjadi anggota lembaga bergengsi itu sejak tahun 2020.
Dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Jumat (4/7/2025), Amelia mengaku bangga atas pencapaian Kamila Andini, namun menyayangkan ketidaktepatan pemberitaan yang menyebut Kamila sebagai sosok pertama atau satu-satunya dari Indonesia di keanggotaan Academy.
“Yang saya sayangkan adalah pemberitaan media bahwa Kamila Andini adalah sutradara perempuan Indonesia yang pertama, bahkan ada yang mengatakan satu-satunya yang masuk ke Academy of MoWon Pictures Arts and Sciences, padahal saya sudah terlebih dulu menjadi anggota,” ujar Amelia.
Amelia menambahkan bahwa dirinya adalah pengagum Kamila Andini sejak film The Mirror Never Lies, dan mereka pernah bekerja sama di tahun 2013 saat Kamila menggelar festival film di Labuan Bajo. Ia juga sempat menghadiri pemutaran perdana film 'Yuni' karya Kamila di Jakarta, dan masih sering bertukar pesan dengan Kamila.
"Saya merupakan pengagum Kamila Andini sejak filmnya yang pertama The Mirror Never Lies. Kami pernah bekerja sama di tahun 2013, ketika saya masih menjadi Direktur In-Docs, dan Kamila mengadakan sebuah festval film di Labuan Bajo. Saya juga sempat menghadiri premiere film Kamila 'Yuni' di Jakarta,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Kamila sendiri tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah anggota Academy yang pertama dari Indonesia.
“Ia tidak pernah menyatakan kepada wartawan bahwa ia adalah anggota Academy yang pertama dari Indonesia. Pemberitaan-pemberitaan yang tidak akurat tersebut tidak pernah minta konfirmasi darinya,” tambahnya.
Menurutnya, pernyataan ini bukan bentuk kekecewaan atas terpilihnya Kamila, melainkan bentuk keprihatinan atas makin terkikisnya penghargaan terhadap akurasi sejarah dan fakta di ruang publik.
"Saya merasa khawatir akan sejarah yang semakin tidak punya tempat dalam kehidupan kita dalam berbangsa. Kekhawatiran saya juga terhadap lembaga pers dan jurnalisme, yang harus hidup di masa tuntutan segera tayang online membuat proses cek fakta menjadi tidak diperhatikan," jelasnya.
Amelia berharap, rekan-rekan media dapat segera mengoreksi pemberitaan yang keliru, sembari terus memberi ruang dan dukungan bagi para sineas Indonesia untuk bersinar di kancah internasional.
"Saya berharap, rekan-rekan media mengkoreksi fakta yang dipublikasikan sambil terus mendukung para sineas Indonesia termasuk Kamila Andini," tutupnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!