Budidaya Ayam Kuntara Desa Cakru Tunjukkan Hasil Positif, Produk Mulai Diserap Pasar
JEMBER – Unit usaha peternakan Ayam Kuntara milik Desa Cakru, Kecamatan Kencong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Program ketahanan pangan desa yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya tersebut kini mulai menghasilkan produk yang diminati pasar, baik berupa telur maupun bibit ayam atau Day Old Chick (DOC).
Perkembangan usaha peternakan tersebut menjadi salah satu fokus peninjauan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa Tahap I Tahun 2026 yang dilaksanakan Tim Fasilitator Kecamatan (TFK) Kencong bersama Camat Kencong Ronny Arvianto, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungannya, tim meninjau langsung kandang ternak untuk memastikan kondisi kesehatan ayam serta keberlangsungan usaha yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa tersebut.
Camat Kencong Ronny Arvianto menyampaikan bahwa Unit Usaha Ayam Kuntara telah mampu menghasilkan telur dan bibit ayam yang mulai terserap oleh pasar. Saat ini, bibit ayam dijual dengan harga berkisar Rp13.000 hingga Rp15.000 per ekor, sedangkan telur dipasarkan dengan harga sekitar Rp3.000 per butir.
“Ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dikembangkan desa tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga mulai memberikan nilai ekonomi. Produk yang dihasilkan sudah memiliki pasar sehingga peluang pengembangannya cukup baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cakru Heni Indaryani menjelaskan bahwa meskipun pada tahun 2026 belum terdapat alokasi anggaran baru untuk program ketahanan pangan, kegiatan yang telah dibangun pada tahun sebelumnya tetap dijaga keberlangsungannya.
Menurutnya, peternakan Ayam Kuntara merupakan salah satu aset desa yang memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar usaha tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Program ini merupakan bagian dari upaya desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi. Kami berharap usaha peternakan Ayam Kuntara dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Heni.
Keberhasilan budidaya Ayam Kuntara menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan desa dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain mendukung ketersediaan pangan, usaha tersebut juga berpotensi menjadi sumber pendapatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cakru di masa mendatang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!