Buah RI Tembus 25 Negara, Petani Panen Pasar Dunia
Di usia hampir 70 tahun, Ibu Nani Suryani masih aktif bekerja di packing house Java Fresh. /visi.news/ist
“Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk tumbuh bersama komunitas melalui pilar keberlanjutan Impact Beyond Banking dan kehadiran businesses for impact (BFI) seperti Java Fresh sebagai mitra menjadi sangat krusial dalam mewujudkan komitmen tersebut. Kami percaya bahwa ketika petani diberikan akses terhadap pasar, pendampingan, dan inovasi, mereka tidak hanya meningkatkan kesejahteraannya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Melalui dukungan pendanaan ini, kami berharap dapat mempercepat terciptanya ekosistem pertanian yang lebih inklusif dan berdaya saing sekaligus mendorong masyarakat yang semakin berdaya,†kata Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
DBS Foundation Grant Program sendiri merupakan inisiatif DBS Foundation sejak 2014 untuk mendukung ratusan social enterprise dan Businesses For Impact (BFI) di Asia yang menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, inklusi keuangan, hingga ketenagakerjaan inklusif. Dari tahun 2014 hingga tahun 2025, DBS Foundation telah memberikan dana hibah lebih dari SGD 4 juta kepada 28 penerima dana hibah di Indonesia.
Kini, Java Fresh dapat menjangkau pasar di 25 negara, memperluas operasional hingga tiga wilayah baru, serta memberdayakan tambahan 400 petani dan 90 pekerja perempuan di pedesaan. Salah satu terobosan yang sudah dilakukan Java Fresh adalah uji coba pengiriman manggis menggunakan teknologi Controlled Atmosphere selama 29 hari ke Tiongkok. Teknologi ini memungkinkan kualitas buah tetap terjaga sepanjang perjalanan, sekaligus menekan risiko kerugian dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Mungkin nama Ibu Edah, Ibu Emin, atau Ibu Nani tidak pernah tercantum di label ekspor mana pun. Namun tangan-tangan merekalah yang memastikan buah Indonesia dapat dikenal dunia.
Ketika akses, pendampingan, dan kesempatan hadir di desa, perubahan tidak lagi terasa jauh. Ia tumbuh perlahan—di rumah yang diperbaiki, anak yang bisa melanjutkan sekolah, dan harapan baru yang akhirnya menjadi nyata.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!