Buah RI Tembus 25 Negara, Petani Panen Pasar Dunia
Di usia hampir 70 tahun, Ibu Nani Suryani masih aktif bekerja di packing house Java Fresh. /visi.news/ist
Melihat kesenjangan tersebut, Java Fresh tidak hanya berperan sebagai penghubung perdagangan, tetapi membangun sistem pendampingan dari hulu hingga hilir. Salah satu langkah utamanya adalah menghadirkan fasilitas packing house di dekat sentra produksi buah, sehingga proses penanganan pascapanen dapat dilakukan langsung di tingkat desa.
Kehadiran fasilitas ini bukan hanya meningkatkan kualitas buah sebelum memasuki pasar global, tetapi juga membuka peluang kerja formal bagi masyarakat lokal, terutama perempuan desa yang sebelumnya memiliki pilihan ekonomi terbatas.
Di balik rantai pasok buah yang menembus pasar global, ada cerita tentang perempuan-perempuan yang menemukan kembali kemandirian dan harapan. Berikut kisah mereka.
Memutus Rantai, Membangun Masa Depan
Keberhasilan membuka akses pasar global bagi petani tidak hanya tercermin dalam angka ekspor, tetapi juga dalam perubahan nyata di tingkat komunitas. Di balik rantai pasok buah yang semakin terhubung dengan pasar internasional, terdapat cerita-cerita kecil tentang peluang baru yang sebelumnya sulit dibayangkan oleh masyarakat desa.
Salah satunya datang dari Puspahiang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ibu Edah mengalami perubahan hidup pada usia yang tidak lagi terbilang muda. Semasa muda, wanita yang kini berusia 40 tahun tersebut kesulitan mencari pekerjaan karena peluang kerja lebih banyak tersedia di kota besar, sementara jarak yang jauh dari Bandung membuatnya tak berani merantau.
Keterbatasan pilihan membuatnya menikah di usia belia dan menjalani kehidupan yang tak jauh berbeda dari banyak perempuan desa lainnya, dibayangi tekanan ekonomi dan minimnya kesempatan untuk mandiri.
Perubahan hadir ketika Java Fresh membangun packing house di dekat sentra produksi buah di wilayahnya. Kehadiran fasilitas ini membuka akses kerja bagi perempuan desa, termasuk Bu Edah, yang kemudian menjadi salah satu dari tujuh perempuan pertama yang bergabung sebagai tim pembersih buah dan akhirnya memiliki pekerjaan tetap.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!