Buah RI Tembus 25 Negara, Petani Panen Pasar Dunia

ED
Kamis, 16 April 2026 | 07:35 WIB
Bagikan
Buah RI Tembus 25 Negara, Petani Panen Pasar Dunia

Di usia hampir 70 tahun, Ibu Nani Suryani masih aktif bekerja di packing house Java Fresh. /visi.news/ist

Dari hasil kerjanya, Bu Emin berhasil membeli sebidang tanah, sebuah pencapaian besar dari kerja keras bertahun-tahun. Kini, ia tengah menabung untuk memperbaiki rumahnya, langkah kecil yang mencerminkan kemandirian yang perlahan ia bangun.

Bagi Ibu Emin, pekerjaan ini adalah tentang kemandirian. Tentang terus melangkah, meski jalan tidak selalu mudah.

Tetap Berdaya Meski di Usia Senja

Kisah perubahan serupa juga datang dari Ibu Nani Suryani. Ia memulai pekerjaannya di Java Fresh pada usia 60 tahun, sebuah usia ketika banyak orang justru mulai menutup perjalanan kariernya. Meski begitu, bagi Bu Nani, di situlah ia justru memulai kembali. Kini, di usia hampir 70 tahun, ia masih aktif bekerja di packing house Java Fresh. Sebelumnya, ia hanya bekerja sebagai buruh harian di kebun dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Sejak kerja di Java Fresh, saya jadi punya penghasilan sendiri. Sedikit-sedikit bisa saya tabung, sampai akhirnya bisa beli emas dan memperbaiki tempat tidur di rumah,” ujar Ibu Nani.

Di balik kesederhanaannya, kisah Ibu Nani menyimpan pesan yang kuat: kesempatan tidak mengenal usia. Ketika ruang kerja yang inklusif terbuka, produktivitas dan rasa percaya diri dapat tumbuh kembali, bahkan pada fase hidup yang sering dianggap sebagai masa untuk berhenti.

Kisah Ibu Edah, Ibu Emin, dan Ibu Nani merepresentasikan perubahan yang ingin dibangun Java Fresh: menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menghadirkan kesempatan ekonomi yang lebih adil bagi petani dan komunitas desa.

Upaya tersebut semakin berkembang setelah Java Fresh memperoleh dukungan dana hibah dari DBS Foundation Grant Program 2024. Pendanaan ini digunakan untuk memperkuat riset dan pengembangan (R&D), khususnya dalam memperpanjang umur simpan produk dan meningkatkan penanganan pascapanen di tengah tantangan perubahan iklim dan distribusi logistik. Dengan daya simpan yang lebih panjang, risiko kerugian akibat keterlambatan pengiriman dapat ditekan, limbah pascapanen berkurang, dan efisiensi operasional meningkat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.