Audi Luncurkan New Q5 SUV di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 1,725 Miliar 6 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Audi Luncurkan New Q5 SUV di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 1,725 Miliar 6 Aug 2026 Pendaftaran Festival Suara Nusantara Masih Dibuka, Saatnya Tampil Mendongeng 6 Aug 2026 BMKG: Bandung Diguyur Hujan Sore Ini, Suhu 17–32 Derajat Celsius 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026

Buah Pahit Pilkada yang Hanya Sekadar Masalah “Uang”

ED
Selasa, 25 Juni 2024 | 11:15 WIB
Bagikan
Buah Pahit Pilkada yang Hanya Sekadar Masalah “Uang”

VISI.NEWS | BANDUNG - Pilkada seringkali hanya terkait dengan “logistik” atau “uang”, tanpa lebih. Meskipun ada janji manis dari para kontestan Pilkada saat kampanye, kenyataannya banyak daerah yang tetap terjebak dalam stagnasi ekonomi. Mayoritas daerah di Indonesia tumbuh di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional, dan tingkat kemiskinan di daerah-daerah justru lebih tinggi daripada tingkat nasional.

Selain itu, kepala daerah sering tersangkut kasus korupsi yang terjadi dalam konteks dan motivasi untuk mengembalikan dana yang telah dikeluarkan selama Pilkada. Masa depan ekonomi ratusan juta penduduk Indonesia bisa terhalang oleh kapitalisasi moralitas Pilkada kita. Dalam pembicaraan serius, Pilkada seringkali hanya terkait dengan kalkulasi uang dan jumlah suara yang bisa diraih dengan uang tersebut.

Akibat fokus pada uang dan logistik, banyak daerah mengalami kendala dalam pembangunan. Rencana strategis dan program pembangunan seringkali terabaikan karena perhatian lebih besar diberikan pada aspek finansial. Akibatnya, infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat tidak berkembang seoptimal yang diharapkan.

Untuk mengatasi masalah ini, transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan. Dana yang digunakan selama Pilkada harus dilacak dengan baik, dan kepala daerah harus bertanggung jawab atas penggunaannya. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan proses Pilkada juga penting.

Agar Pilkada tidak hanya menjadi masalah “uang”, perlu adanya perubahan paradigma. Kontestan Pilkada harus lebih fokus pada visi, misi, dan program kerja yang akan membawa perubahan positif bagi daerah. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa Pilkada benar-benar menjadi ajang pemilihan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

@shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.