BSSN-Huawei TechDay 2024 Dorong Pemerataan Alih Pengetahuan TIK serta Penguatan Ekosistem Digital Pendukung IKN

ED
Jumat, 22 Maret 2024 | 10:35 WIB
Bagikan
BSSN-Huawei TechDay 2024 Dorong Pemerataan Alih Pengetahuan TIK serta Penguatan Ekosistem Digital Pendukung IKN

VISI.NEWS | SAMARINDA - Demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Huawei pada Jumat (22/3/2024), menggelar BSSN-Huawei TechDay 2024 dan Bedah Buku Komunikasi Siber dalam rangka pemerataan alih pengetahuan serta penguatan ekosistem digital pendukung Ibu Kota Negara Nusantara melalui peningkatan kesadaran serta pemahaman generasi muda terkait rambu-rambu keamanan dan pemanfaatan ruang siber secara bertanggung jawab dalam rangka alih pengetahuan dan teknologi.

Mengusung tema "Yuk Bijak Berkomunikasi di Ruang Siber", gelaran BSSN-Huawei TechDay 2024 diselenggarakan di Universitas Mulawarman dan dihadiri oleh Sekretaris Utama BSSN Y.B. Susilo Wibowo S.E., M.M., Yenty Joman, Director of Government Affairs Huawei Indonesia, Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., PH.D, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Ariandi Putra, S.I.Kom., M.Si., Juru Bicara BSSN sekaligus penulis buku Komunikasi Siber, perwakilan dari BSSN, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan segenap civitas academica Universitas Mulawarman.

Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BSSN Y.B. Susilo Wibowo S.E., M.M., mengatakan, BSSN-Huawei TechDay 2024 merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BSSN dan Huawei untuk menciptakan wadah edukasi dan sosialisasi pemanfaatan solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lingkungan perguruan tinggi. Dengan mengangkat tema bijak berkomunikasi di ruang siber, BSSN dan Huawei ingin meningkatkan kewaspadaan mahasiswa terhadap ancaman serangan siber serta penyebaran konten negatif seiring pemanfaatan ruang siber yang makin kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Sepanjang 2023, BSSN menemukan lebih dari 403 juta anomali malware, dengan 900 ribu di antaranya merupakan ransomware. Analisis BSSN mengungkapkan, potensi serangan siber berupa ransomware, phising, serta advance persistent threat (ATP) harus diantisipasi pada 2024. Selain itu, sebaran konten negatif di media sosial berupa disinformasi dan malinformasi yang mencapai 2.000 konten per hari juga menjadi ancaman bagi setiap pengguna dunia maya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.