Branding Bandung Diperkuat di Bandara Husein
Penerbangan perdana Garuda Indonesia kembali melayani Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung pada 14 Agustus 2026. Karena operasional penerbangan baru berlangsung sekitar setengah bulan, Disbudpar masih membutuhkan waktu untuk melihat perkembangan jumlah penumpang dan dampaknya terhadap mobilitas wisatawan.
Adi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi bersama pengelola bandara, termasuk melihat stabilitas frekuensi penerbangan serta jumlah penumpang.
“Kita mungkin akan evaluasi ini di bulan Agustus seperti apa. Penerbangan juga karena baru bulan pertama, bahkan setengah bulan. Kita nanti koordinasi juga dengan pihak bandara,” ujarnya.
Menurut Adi, kembali aktifnya penerbangan dari Bandara Husein berpotensi memberikan dampak paling besar terhadap jumlah wisatawan mancanegara. Akses penerbangan langsung dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi wisatawan asing untuk datang ke Bandung.
“Kalau saya melihat yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman, wisatawan mancanegara. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara nantinya diharapkan ikut memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata, mulai dari hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga industri kreatif.
Dengan kembali beroperasinya penerbangan komersial, Pemerintah Kota Bandung juga memiliki momentum untuk memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata. Bandara menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkenalkan karakter Bandung sejak wisatawan pertama kali tiba.
Disbudpar memastikan penguatan branding tersebut masih akan terus dimatangkan. Kolaborasi dengan pengelola bandara dan pihak swasta akan dilanjutkan agar identitas Kota Bandung semakin kuat dan konsisten ditampilkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!