Branding Bandung Diperkuat di Bandara Husein
Menurutnya, konsep branding tersebut telah mendapat persetujuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Pengembangannya juga melibatkan desainer agar tampilan yang dihadirkan memiliki karakter Bandung sekaligus menarik secara visual.
Angkat Seni dan Pesan Inklusivitas
Branding di Bandara Husein tidak hanya diwujudkan melalui ornamen dan tampilan visual. Disbudpar juga mengangkat karya seni yang membawa pesan tentang inklusivitas Kota Bandung.
Salah satu karya yang ditampilkan adalah lukisan karya penyandang disabilitas, Muhammad Syafiq atau yang akrab disapa Oki. Karya tersebut sebelumnya ditampilkan dalam rangkaian Asia Afrika Festival.
Menurut Adi, lukisan tersebut memiliki nilai kuat untuk ditampilkan di bandara karena tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga membawa pesan sosial mengenai keterbukaan dan kesempatan bagi semua orang untuk berkontribusi.
“Dibuatnya juga oleh difabel. Kalau buat Pak Wali, Bandung itu kota inklusif, kota yang sangat terbuka. Siapa pun bisa memberikan kontribusi buat Kota Bandung,” kata Adi.
Penempatan karya tersebut di area bandara diharapkan dapat memperkuat narasi bahwa Bandung merupakan kota yang terbuka, kreatif, dan inklusif. Pesan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika pertama kali tiba di Kota Bandung.
Di sisi lain, Disbudpar masih melakukan pemantauan terhadap dampak kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!