BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III-2025
Sektor ini ditopang oleh permintaan domestik dan ekspor, terutama pada industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,49 persen, serta industri logam dasar yang melonjak 18,62 persen seiring peningkatan permintaan global atas produk besi dan baja.
Sementara industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 11,65 persen, didorong oleh peningkatan kebutuhan bahan kimia domestik dan luar negeri.
Sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh solid berkat meningkatnya pasokan dan transaksi barang-barang domestik, termasuk lonjakan aktivitas perdagangan online serta penggunaan kartu kredit dan uang elektronik.
Sektor informasi dan komunikasi juga mencatat pertumbuhan signifikan akibat peningkatan traffic data dan transaksi digital.
Di sisi lain, BPS melaporkan bahwa sektor pertanian tumbuh kuat didukung peningkatan permintaan domestik. Tanaman pangan tumbuh 9,94 persen, terutama karena produktivitas padi yang meningkat.
Sementara subsektor peternakan tumbuh 6,51 persen, ditopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong konsumsi daging ayam dan telur.
Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen juga tumbuh positif. Konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi 53,14 persen terhadap PDB, tumbuh 4,89 persen pada kuartal III-2025.
Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), yang mencerminkan investasi, menyumbang 29,09 persen terhadap PDB. Artinya, konsumsi rumah tangga dan investasi secara bersama menyumbang lebih dari 82,23 persen perekonomian nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!