Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus

ED
Andri Somantri
Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:25 WIB
Bagikan
BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus

Kantor BPBD Kota Sukabumi. /visi.news/andri

VISI.NEWSBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat empat kejadian kebakaran lahan sepanjang Agustus 2026. 

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, mengatakan kebakaran lahan umumnya terjadi akibat aktivitas warga yang melakukan pembakaran, kemudian meninggalkan lokasi tanpa memastikan api benar-benar padam.

"Karena aktivitas warga, misalkan membakar sampah terus ditinggalkan yang pada akhirnya merembet, apalagi di situ terdapat daun-daun kering yang rentan terbakar. Ada juga yang melakukan pembakaran sisa-sisa tanaman, daun-daun kering lalu ditinggalkan," ujar Suhendar, Senin (24/8/2026).

Suhendar menuturkan kebakaran lahan terjadi di Jalan Baros, Kampung Nangela RT 01 RW 06, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.35 WIB.

Berdasarkan informasi warga, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang digunakan di sekitar lokasi. Kondisi lahan yang dipenuhi rumpun bambu dan dedaunan kering membuat api cepat membesar dan membakar sebagian area tersebut.

Lahan bambu yang terdampak diperkirakan berukuran 15 x 20 meter.

Selanjutnya terjadi di Jalan Ciaulpasir RT 04 RW 17, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran yang ditinggalkan di area tersebut. Lokasi berupa lahan bambu itu juga kerap digunakan warga untuk membuang sampah, meskipun bukan merupakan tempat pembuangan sampah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.