BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus
Kantor BPBD Kota Sukabumi. /visi.news/andri
VISI.NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat empat kejadian kebakaran lahan sepanjang Agustus 2026.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, mengatakan kebakaran lahan umumnya terjadi akibat aktivitas warga yang melakukan pembakaran, kemudian meninggalkan lokasi tanpa memastikan api benar-benar padam.
"Karena aktivitas warga, misalkan membakar sampah terus ditinggalkan yang pada akhirnya merembet, apalagi di situ terdapat daun-daun kering yang rentan terbakar. Ada juga yang melakukan pembakaran sisa-sisa tanaman, daun-daun kering lalu ditinggalkan," ujar Suhendar, Senin (24/8/2026).
Suhendar menuturkan kebakaran lahan terjadi di Jalan Baros, Kampung Nangela RT 01 RW 06, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.35 WIB.
Berdasarkan informasi warga, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang digunakan di sekitar lokasi. Kondisi lahan yang dipenuhi rumpun bambu dan dedaunan kering membuat api cepat membesar dan membakar sebagian area tersebut.
Lahan bambu yang terdampak diperkirakan berukuran 15 x 20 meter.
Selanjutnya terjadi di Jalan Ciaulpasir RT 04 RW 17, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran yang ditinggalkan di area tersebut. Lokasi berupa lahan bambu itu juga kerap digunakan warga untuk membuang sampah, meskipun bukan merupakan tempat pembuangan sampah.
Banyaknya material mudah terbakar, seperti daun kering dan sampah yang mengering, membuat api cepat membesar. Beruntung, kobaran api tidak meluas ke permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi.
Lahan bambu yang terdampak diperkirakan mencapai 50 meter.
Kebakaran kembali terjadi di lokasi yang sama, yakni Jalan Ciaulpasir RT 04 RW 17, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 14.25 WIB.
Kebakaran diduga akibat aktivitas pembakaran yang ditinggalkan. Kondisi rerumputan yang kering membuat api dengan cepat menyebar dan membakar area lahan.
Kebakaran juga terjadi di Perum Sindangpalay, Jalan Dukuh RT 001 RW 005, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan di area lahan bambu. Lokasi tersebut juga kerap digunakan warga untuk membuang sampah, meskipun bukan tempat pembuangan sampah.
Tumpukan sampah dan daun kering yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar. Namun, api tidak sampai meluas ke area permukiman yang berada di sekitar lokasi.
Menurut Suhendar, tidak ada korban dalam empat kejadian kebakaran lahan tersebut. Kebakaran hanya menyebabkan kerusakan pada area lahan yang terdampak.
"Korban tidak ada, cuma lahan yang terbakar," katanya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, khususnya di lahan yang kondisinya kering. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan lokasi sebelum memastikan api benar-benar padam.
"Tidak membakar sembarang, terus ditinggalkan. Terus tidak boleh melakukan pembakaran di lahan kering dan ditinggalkan," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!