BPBD Kabupaten Bandung Perkuat Desa Tangguh Bencana yang Inklusif
Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Bimtek Fasilitator Destana pada (21–24/7/2026)./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Desa Tangguh Bencana (Destana) pada (21–24/7/2026) sebagai upaya memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi risiko bencana.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Bandung turut membahas penguatan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memastikan informasi peringatan dapat diterima, dipahami, dan ditindaklanjuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Gamber Irmawan Premono, S.Sos., M.M., mengatakan para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun sistem peringatan dini yang inklusif dengan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki keterbatasan akses informasi.
"Melalui pendekatan ini, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk menyelamatkan diri saat ancaman bencana terjadi," ujar Gamber.
Menurutnya, penguatan kapasitas fasilitator Destana menjadi langkah strategis untuk mendorong desa-desa di Kabupaten Bandung membangun sistem peringatan dini yang mudah diakses, dipahami, serta didukung oleh partisipasi aktif masyarakat.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan bencana tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenali ancaman, tetapi juga memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan yang sama dalam upaya penyelamatan jiwa.
"Melalui penguatan kapasitas fasilitator Destana, BPBD Kabupaten Bandung berkomitmen mendorong desa-desa membangun sistem peringatan dini yang mudah diakses, dipahami, dan didukung oleh partisipasi aktif masyarakat. Karena kesiapsiagaan bukan hanya tentang mengetahui ancaman, tetapi juga memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam upaya penyelamatan jiwa. Bersama, kita wujudkan desa yang tangguh, aman, dan inklusif terhadap bencana," katanya. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!