Bolehkah Puasa Arafah Dilakukan Saat Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasan
VISI.NEWS | BANDUNG - Puasa Arafah adalah salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan, puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah.
Saat para jemaah haji tengah menjalani wukuf di Arafah, kaum muslimin yang tidak berhaji tetap dapat meraih keutamaan besar melalui puasa ini.
Rasulullah SAW bersabda, puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Artinya: "Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharam) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
Keutamaan ini menjadikan banyak umat Islam berlomba-lomba untuk menjalankannya meskipun bersifat sunnah.
Namun, timbul pertanyaan penting bagi sebagian muslim, bagaimana hukum menjalankan puasa Arafah apabila masih memiliki utang puasa Ramadan yang belum dibayar?
Pasalnya, puasa qadha Ramadan merupakan puasa wajib. Karena ini merupakan pengganti puasa Ramadan yang terlewat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!