Bolehkah Puasa Arafah Dilakukan Saat Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasan
Apakah boleh mendahulukan puasa Arafah sebelum melunasi kewajiban puasa Ramadan yang terlewat?
Bolehkah Puasa Arafah tapi Masih Harus Puasa Qadha?
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan, mengatakan orang yang memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya diqadha terlebih dahulu. Setelah itu baru mengamalkan puasa Arafah. "Tetapi kalau utang puasa Ramadan itu baru teringat jelang hari Arafah, sebaiknya ia membayar qadha puasanya di hari Arafah," terangnya, dikutip dari laman NU Online, Rabu (4/6/2025). Meski demikian, Alhafiz mengatakan menggabungkan qadha Ramadan dan puasa Arafah tetap dibolehkan dan sah. Ia menyandarkan pendapat ini dari keterangan Syekh Zakariyah Al-Anshari dalam Asnal Mathalib. Sayyid Bakri juga menyatakannya dalam I'anatut Thalibin.
"Qadha puasa Ramadannya tetap sah. Sedangkan ia sendiri tetap mendapatkan keutamaan yang didapat oleh mereka yang berpuasa dengan niat puasa sunnah Arafah," jelasnya.
Pendapat lain sebagaimana diutarakan Syekh Utsaimin dalam Majmu' Fatawa yang diterjemahkan oleh Islam Q&A, menyebut hal ini berlaku apabila waktu pelunasan utang Ramadan masih panjang, yakni sampai datangnya Ramadan berikutnya.
Ia menganalogikan hal ini dengan salat, bahwa seseorang masih boleh mengerjakan salat sunnah sebelum salat wajib jika waktunya masih luas. Maka demikian pula dalam puasa, diperbolehkan menjalankan puasa sunnah jika belum mendesak untuk mengqadha.
Bolehkah Menggabung Puasa Qadha dengan Arafah?
Ulama berbeda pendapat mengenai pelaksanaan puasa qadha yang digabung dengan puasa Arafah. Sebagian membolehkannya dengan niat ganda, sementara sebagian lainnya menganggap keutamaan puasa Arafah tidak bisa diperoleh jika tidak diniatkan secara khusus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!