Bojan Hodak Jaga Harmoni di Skuad PERSIB yang Penuh Keberagaman

ED
Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:39 WIB
Bagikan
Bojan Hodak Jaga Harmoni di Skuad PERSIB yang Penuh Keberagaman

VISI.NEWS | BANDUNG - Pada musim ini, PERSIB Bandung memiliki komposisi pemain yang sangat beragam, baik dari segi asal negara maupun usia. Keberagaman ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Bojan Hodak dalam menjaga kekompakan tim agar tetap solid di dalam dan luar lapangan.

Total terdapat 31 pemain yang terdaftar dalam skuad PERSIB musim ini. Selain pemain berkewarganegaraan Indonesia, termasuk tiga pemain naturalisasi, klub Maung Bandung juga diperkuat oleh legiun asing dari berbagai negara. Lima pemain berasal dari Brasil, dua dari Argentina, serta masing-masing satu pemain dari Prancis, Italia, Inggris, dan Irak.

Dari sisi usia, PERSIB memiliki rentang yang cukup jauh antara pemain termuda dan tertua. Bek senior Achmad Jufriyanto menjadi pemain paling berpengalaman dengan usia 38 tahun. Sementara di kelompok usia di atas 30 tahun terdapat Luciano Guaycochea (33), Frans Putros (32), dan Marc Klok (32).

Di sisi lain, dua pemain muda, penjaga gawang Muhammad Rhaka Bilhuda dan Nazriel Alfaro Syahdan, menjadi talenta termuda dalam skuad dengan usia baru 17 tahun. Kombinasi pemain muda dan senior ini menciptakan dinamika menarik di ruang ganti tim.

Pelatih Bojan Hodak menilai, tantangan utama dari keberagaman tersebut bukan hanya pada taktik di lapangan, tetapi juga pada aspek manajemen manusia. “Komunikasi dengan pemain usia 17 tahun tentu berbeda dengan pemain berusia 35 tahun. Dibutuhkan pendekatan individual dan tim agar ruang ganti tetap harmonis,” ujarnya.

Pelatih asal Kroasia itu mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari pengalaman dan nasihat para pelatih besar. Salah satunya adalah dari Ken Shellito, mantan pelatih Chelsea dan Sabah FA, ketika Hodak masih bekerja di AFC. Shellito menyarankan agar seorang pelatih memperlakukan pemain seperti anak sendiri.

“Kadang mereka butuh dorongan, kadang pelukan, kadang hanya rasa percaya diri. Itu semua penting agar pemain merasa dihargai,” tutur Hodak. Ia menambahkan, memahami kebutuhan emosional setiap pemain dapat memperkuat rasa kebersamaan dalam tim.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.