Bojan Hodak Bongkar Perubahan Sistem Permainan Persib
Ilustrasi./visi.news/Persib.co.id.
VISI.NEWS | BANDUNG - Kedatangan Bojan Hodak ke Persib Bandung pada awal musim 2023/2024 tidak hanya menjadi pergantian pelatih, tetapi juga awal perubahan besar dalam sistem permainan Maung Bandung. Pelatih asal Kroasia itu langsung melihat adanya persoalan mendasar pada cara bermain tim, terutama dalam struktur pertahanan.
Dalam The Untold Stories Back to Back Champions Episode 2 di kanal Youtube Persib, Hodak mengungkapkan bahwa salah satu fokus awalnya adalah menilai sistem yang digunakan Persib sebelum ia datang. Saat itu, Persib bermain dengan skema tiga bek, namun menurut Hodak, sistem tersebut tidak sesuai dengan karakter pemain yang dimiliki tim.
"Ada beberapa hal, tapi yang pertama adalah saya ingin melihat sistem apa yang ingin mereka mainkan. Karena, mereka bermain dengan sistem tiga pemain belakang yang saat itu, saya pikir tidak cukup bagus untuk tim dan untuk para pemain yang kami miliki," kata Hodak.
Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa masalah Persib saat itu bukan hanya soal hasil pertandingan, melainkan juga soal kecocokan taktik. Sebelum Hodak datang, Persib meraih tiga hasil imbang beruntun saat menghadapi Madura United, Arema FC, dan Dewa United. Setelah Luis Milla mundur, Persib sempat ditangani Yaya Sunarya sebagai caretaker.
Dalam lima pertandingan awal, Persib hanya meraih satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan. Produktivitas gol sebenarnya cukup baik dengan torehan sembilan gol. Namun, lini pertahanan menjadi sorotan karena kebobolan 11 gol.
Situasi tersebut membuat para pemain belakang Persib mendapat kritik. Nama seperti Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez ikut menjadi sasaran karena dianggap gagal menjaga pertahanan. Namun, Hodak melihat persoalan itu dari sudut pandang berbeda.
"Kami kemasukkan banyak gol dan semua orang menyalahkan para pemain bertahan, seperti Nick dan Alberto. Padahal, mereka adalah pemain-pemain yang bagus tapi bermain di sistem yang salah," ungkap Hodak.
Dalam konteks analisis, pandangan Hodak menunjukkan pentingnya kesesuaian antara sistem permainan dan karakter pemain. Pemain bertahan berkualitas tetap bisa terlihat rapuh apabila ditempatkan dalam struktur yang tidak mendukung. Karena itu, perubahan sistem menjadi langkah awal untuk mengembalikan keseimbangan tim.
Perbaikan tersebut kemudian menjadi fondasi penting bagi kebangkitan Persib. Hodak tidak hanya membenahi aspek teknis, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri para pemain yang sebelumnya berada dalam tekanan. Dengan sistem yang lebih sesuai, kualitas individu pemain dapat muncul secara lebih optimal.
Perjalanan ini memperlihatkan bahwa keputusan taktik dapat menentukan arah sebuah tim. Bagi Persib, perubahan yang dilakukan Hodak menjadi salah satu titik balik dari periode sulit menuju era keberhasilan yang kemudian dikenal melalui capaian gelar beruntun.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!