BNPB Mulai OMC, Kejar Hujan di Jateng
Pemasangan waterrack di pesawat cesna PK-SNH sebagai bagian dari sistem penyemaian bahan CaCl2 dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) BNPB di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026). /visi.news/tim omc bnpb
Penyemaian diarahkan ke awan Cumulus yang teridentifikasi memiliki dasar pada ketinggian sekitar 6.000 kaki dan puncak mencapai sekitar 9.000 kaki.
Kondisi angin juga menjadi pertimbangan dalam menentukan operasi. Pada pukul 16.18 WIB, arah angin tercatat berasal dari Timur-Timur Laut dengan kecepatan sekitar 5–8 knot.
Pemilihan CaCl2 dalam operasi tersebut berkaitan dengan fungsinya sebagai Cloud Condensation Nuclei atau CCN. Secara sederhana, material tersebut berperan sebagai inti kondensasi yang menyediakan permukaan bagi uap air untuk mengembun.
Ketika proses kondensasi berlangsung, butir-butir air di dalam awan dapat berkembang dan bergabung menjadi lebih besar. Apabila kondisi atmosfer mendukung, butiran tersebut kemudian jatuh sebagai hujan.
Dalam konteks OMC di Jawa Tengah, hujan yang dipicu dari proses tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung di permukaan. Lahan yang sebelumnya kering dapat memperoleh tambahan kelembapan, sementara wilayah yang masih memiliki sisa titik api dapat lebih cepat mendapatkan pembasahan.
Curah hujan juga diharapkan membantu membersihkan atmosfer dari material abu vulkanik. Abu yang berada di udara dapat terbawa turun bersama air hujan sehingga konsentrasinya di atmosfer berkurang.
Dengan demikian, operasi tersebut memiliki dua sasaran yang saling berkaitan. Di permukaan, hujan diharapkan membantu menangani ancaman karhutla. Di atmosfer, hujan diharapkan membantu mengurangi material abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kualitas udara dan jarak pandang.
Namun, OMC bukan satu-satunya metode yang disiapkan BNPB.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!