BNPB Mulai OMC, Kejar Hujan di Jateng
Pemasangan waterrack di pesawat cesna PK-SNH sebagai bagian dari sistem penyemaian bahan CaCl2 dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) BNPB di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026). /visi.news/tim omc bnpb
Total luas lahan yang terbakar di tiga lokasi tersebut mencapai sekitar 6,05 hektare. Tim penanggulangan bencana bersama masyarakat melakukan pemadaman hingga seluruh api berhasil dikendalikan pada pukul 14.15 WIB.
Rangkaian kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, BNPB tetap memandang kondisi tersebut sebagai peringatan karena potensi karhutla susulan masih terbuka apabila kondisi lahan tetap kering dan tidak segera mendapatkan tambahan kelembapan.
Di tengah ancaman tersebut, BNPB memusatkan pelaksanaan OMC di Pangkalan Udara (Lanud) Ahmad Yani, Semarang. Sebuah pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNH dikerahkan untuk menjalankan operasi penyemaian awan.
Operasi ini tidak dilakukan secara sembarangan. BNPB bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk memantau perkembangan awan, kondisi atmosfer, wilayah rawan karhutla, dan pergerakan abu vulkanik.
Data cuaca dan keberadaan awan menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi serta waktu penyemaian. Tim perlu mencari awan yang memenuhi karakteristik tertentu agar bahan semai dapat bekerja secara efektif.
Misi pertama atau Sorti 1 dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026. Tim Flight Scientist melakukan penerbangan dan penyemaian di kawasan pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes.
Sasaran operasi berada pada radial 240–260 derajat dengan jarak sekitar 80–90 nautical miles atau mil laut dari Semarang.
Dalam penerbangan tersebut, sebanyak 1.000 liter bahan semai digunakan. Bahan tersebut berupa campuran air dan Kalsium Klorida (CaCl2), yang disemprotkan pada ketinggian sekitar 9.000 kaki.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!