Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

BMKG Ungkap Pemicu Gempa Dangkal di Kaimana Papua Barat

Desi Rossilawati
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:02 WIB
Bagikan
BMKG Ungkap Pemicu Gempa Dangkal di Kaimana Papua Barat

Ilustrasi./visi.news/ist.


VISI.NEWS | JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengungkap aktivitas Sesar Tarera Aiduna menjadi pemicu gempa bumi tektonik dangkal yang mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat, Selasa (26/5/2026). 

Gempa bermagnitudo 4,8 tersebut sempat dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hasil pemodelan menunjukkan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 24 kilometer. Lokasi episenter tercatat berada sekitar 50 kilometer tenggara Kaimana pada koordinat 4,01 derajat lintang selatan dan 134,00 derajat bujur timur.

Menurut BMKG, karakteristik gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di kawasan Papua Barat. Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan geser atau strike slip.

Dalam konteks geologi, wilayah Papua memang dikenal memiliki aktivitas tektonik tinggi karena berada di jalur pertemuan sejumlah lempeng aktif. Kondisi tersebut membuat gempa bumi relatif sering terjadi, termasuk gempa dangkal yang getarannya dapat terasa cukup kuat meski magnitudonya tidak terlalu besar.

Berdasarkan peta guncangan atau shakemap BMKG, daerah Kaimana mengalami intensitas IV hingga V MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh warga dan menyebabkan banyak orang terbangun dari tidur.

Sementara itu, Kota Kaimana merasakan intensitas III hingga IV MMI. Getaran juga menjalar hingga Kota Rasiei, Dobo, Bintuni, dan Nabire dengan skala II MMI yang ditandai benda ringan bergoyang dan getaran dirasakan sebagian warga.

Meski guncangan dirasakan di beberapa wilayah, hingga Selasa pagi BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun fasilitas publik akibat gempa tersebut. Sistem monitoring BMKG juga belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.

Dalam situasi seperti ini, kepastian bahwa gempa tidak berpotensi tsunami menjadi faktor penting untuk menjaga ketenangan masyarakat, terutama di kawasan pesisir Papua Barat yang rawan aktivitas tektonik laut.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan. Selain itu, warga diminta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi tetap penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan aktivitas sesar aktif seperti Papua Barat.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.