BMKG: Abu Anak Krakatau Terbelah Dua

ED
PN
Minggu, 6 September 2026 | 22:34 WIB
Bagikan
BMKG: Abu Anak Krakatau Terbelah Dua

 Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan karena aktivitas gunung api dapat berubah dan kondisi laut perlu terus dievaluasi berdasarkan data terbaru.

Muncul Gangguan Geomagnetik dan Petir Vulkanik

 Erupsi Gunung Anak Krakatau juga memunculkan sejumlah fenomena sekunder yang ikut terekam oleh instrumen BMKG.

 Ardhasena mengatakan sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik. Fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan sambaran petir vulkanik dalam periode 12 jam terakhir.

 “BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,” ujarnya.

 Fenomena petir vulkanik dapat muncul dalam aktivitas erupsi ketika partikel abu dan material vulkanik mengalami interaksi listrik di dalam kolom erupsi.

 Pemantauan fenomena tersebut menjadi bagian dari sistem pengamatan BMKG untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan Dilakukan Nonstop

 Menghadapi dinamika erupsi, BMKG mengoptimalkan sistem kesiapsiagaan nasional melalui pemantauan terpadu menggunakan berbagai instrumen selama 24 jam.

 Pendekatan multi-instrumen dilakukan untuk memantau sejumlah aspek sekaligus, mulai dari pergerakan abu vulkanik, kondisi atmosfer, ruang udara, aktivitas petir vulkanik, gangguan geomagnetik, hingga kondisi laut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.