BMKG: Abu Anak Krakatau Terbelah Dua
Pada lapisan hingga 20.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Pergerakan ini mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.
Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Wilayah yang masuk dalam jalur sebaran tersebut meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.
Dampak penyebaran abu vulkanik juga telah memengaruhi operasional sejumlah bandar udara.
Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan kondisi di sekitar bandara, tetapi juga pergerakan abu pada ketinggian yang menjadi jalur penerbangan.
Keputusan Melibatkan Banyak Instansi
Penutupan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau bukan keputusan satu lembaga. Kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi berbagai pemangku kepentingan penerbangan nasional.
Otoritas Bandar Udara melakukan koordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandar udara, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), InJourney, otoritas setempat, serta unsur TNI.
Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan agar setiap keputusan yang diambil berdasarkan informasi terbaru dan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas.
Dalam kondisi darurat seperti penyebaran abu vulkanik, perubahan status operasional harus dapat disampaikan kepada operator penerbangan dan pengguna ruang udara dalam waktu cepat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!