BMKG: Abu Anak Krakatau Terbelah Dua

ED
PN
Minggu, 6 September 2026 | 22:34 WIB
Bagikan
BMKG: Abu Anak Krakatau Terbelah Dua

 Karena itu, AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM sebagai pemberitahuan resmi mengenai perubahan kondisi operasional atau adanya potensi bahaya penerbangan.

 NOTAM tersebut menjadi bagian dari sistem informasi keselamatan penerbangan dan melengkapi Volcanic Ash Advisory serta SIGMET yang diterbitkan BMKG secara berkala.

 Dengan mekanisme tersebut, maskapai, pilot, pengelola bandara, dan pemangku kepentingan penerbangan lainnya dapat mengambil keputusan berdasarkan perkembangan terbaru kondisi ruang udara.

Laut Selat Sunda Masih Dipantau

 Selain atmosfer dan penerbangan, BMKG juga memantau kondisi laut di sekitar Selat Sunda untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan muka air laut akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan pemantauan terhadap 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda hingga pukul 07.00 WIB tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut.

 Artinya, berdasarkan data sensor tersebut, belum terdeteksi perubahan muka air laut yang mengindikasikan adanya tsunami.

 BMKG juga menggunakan teknologi High-Frequency (HF) Radar Array yang berada di Carita dan Tanjung Lesung untuk memantau kondisi perairan.

 Hasil analisis saat itu menunjukkan probabilitas tsunami berada pada tingkat rendah, yakni di bawah 40 persen. Sementara tinggi gelombang laut masih berada di kisaran satu meter.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.