Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Bitcoin, Mengapa 21 Juta Jadi Angka Sakral

ED
Jumat, 11 Juli 2025 | 06:50 WIB
Bagikan
Bitcoin, Mengapa 21 Juta Jadi Angka Sakral

VISI.NEWS | BANDUNG - Bitcoin dirancang oleh seseorang atau sekelompok orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Salah satu fondasi paling penting dari sistem ini adalah jumlah total pasokan Bitcoin yang telah ditetapkan sejak awal, yakni sebanyak 21.000.000 unit. Angka ini bersifat tetap dan tidak bisa diubah begitu saja oleh siapa pun, bahkan oleh pengembangnya sendiri.

Berbeda dengan mata uang fiat seperti rupiah atau dolar yang bisa dicetak tanpa batas oleh bank sentral, Bitcoin menggunakan sistem deflasi. Dalam sistem ini, pasokan dibatasi dan kelangkaan menjadi elemen kunci. Karena itulah, banyak yang menganggap Bitcoin sebagai “emas digital” yang nilainya bisa meningkat seiring pertumbuhan permintaan.

Pemilihan angka 21 juta bukanlah keputusan asal-asalan. Satoshi merancangnya agar Bitcoin bisa mempertahankan nilainya dalam jangka panjang dan tetap fungsional bahkan jika digunakan secara global. Dengan demikian, satu unit Bitcoin bisa memiliki nilai tinggi sekaligus fleksibilitas dalam transaksi.

Fleksibilitas itu didukung oleh satuan terkecil Bitcoin, yaitu satoshi (0,00000001 BTC). Ini memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dalam pecahan sangat kecil sekalipun, menjadikannya relevan untuk berbagai kebutuhan, dari pembayaran mikro hingga investasi bernilai besar.

Bitcoin juga dikenal sebagai aset dengan kelangkaan yang dapat dibuktikan (provable scarcity). Semua pihak dalam jaringan bisa memverifikasi bahwa total pasokan Bitcoin tidak akan pernah melebihi 21 juta unit. Inilah yang menjadi pembeda utama dengan sistem keuangan konvensional.

Mengubah batas 21 juta bukan hal yang mudah. Dalam jaringan Bitcoin yang bersifat desentralisasi, perubahan besar membutuhkan konsensus mayoritas dari seluruh node. Dengan ribuan node aktif di seluruh dunia, perubahan ini hampir mustahil dilakukan.

Hingga Juli 2025, lebih dari 19,7 juta BTC telah berhasil ditambang—mencapai lebih dari 93% dari total suplai maksimum. Meski begitu, sisa sekitar 2 juta Bitcoin baru akan ditambang secara bertahap hingga sekitar tahun 2140 karena mekanisme yang disebut halving.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.