Bitcoin, Mengapa 21 Juta Jadi Angka Sakral
Halving adalah sistem pemotongan hadiah bagi penambang yang terjadi setiap empat tahun. Pada awalnya, hadiah untuk tiap blok adalah 50 BTC. Namun jumlah itu kemudian dipangkas menjadi 25 BTC pada 2012, 12,5 BTC pada 2016, lalu 6,25 BTC pada 2020, dan menjadi 3,125 BTC pada Mei 2024.
Dengan waktu rata-rata penambangan 10 menit per blok, saat ini ada sekitar 900 BTC baru yang tercipta setiap hari. Angka ini setara dengan laju inflasi tahunan sekitar 1,7%. Setelah halving berikutnya, inflasi akan turun di bawah 0,85%, memperkuat kelangkaan Bitcoin.
Namun, tidak semua Bitcoin yang telah ditambang saat ini beredar aktif. Menurut analisis dari Chainalysis dan Glassnode, diperkirakan antara 2 juta hingga 4 juta BTC telah hilang secara permanen karena berbagai sebab, mulai dari kehilangan private key hingga kematian pemiliknya tanpa pewarisan akses.
Dengan asumsi bahwa 4 juta BTC hilang, maka jumlah Bitcoin yang benar-benar bisa digunakan hanya sekitar 17 juta unit. Fakta ini semakin menambah kelangkaan Bitcoin dan memperkuat narasi bahwa aset ini bukan hanya digital, tapi juga langka dan tak bisa dimanipulasi pasokannya.
Bitcoin dirancang untuk menjadi sistem keuangan yang adil, terbuka, dan tahan manipulasi. Angka 21 juta bukan sekadar batas teknis, tapi adalah simbol sekaligus fondasi dari seluruh filosofi Bitcoin: menciptakan uang digital yang langka, aman, dan dapat dipercaya di era informasi.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!