Bitcoin Dekati US$91.000, Namun Sinyal Risiko Penurunan Tajam Muncul

ED
Minggu, 30 November 2025 | 15:37 WIB
Bagikan
Bitcoin Dekati US$91.000, Namun Sinyal Risiko Penurunan Tajam Muncul

VISI.NEWS | BANDUNG - Bitcoin kini diperdagangkan mendekati harga US$91.000, namun pasar mulai memperlihatkan salah satu sinyal risiko terjelas dalam beberapa minggu terakhir. Meskipun harga Bitcoin mengalami kenaikan, analisis teknikal memperingatkan bahwa ada potensi penurunan tajam di masa depan. Dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin naik dalam struktur sempit setelah penurunan tajam pada pertengahan November. Namun, data on-chain dan posisi derivatif menunjukkan adanya tekanan yang semakin membangun di bawah permukaan, yang dapat mempercepat penurunan harga.

Para trader kini memantau dengan saksama kondisi ini, karena beberapa indikator teknikal mengarah ke arah yang sama. Harga Bitcoin jatuh tajam antara 11 November dan 21 November, menciptakan kaki panjang ke bawah yang membentuk pola “tiang.” Sejak saat itu, harga Bitcoin perlahan bergerak naik dalam kanal sempit, membentuk pola “bendera.” Pola ini dianggap sebagai pola kelanjutan, di mana penurunan yang kuat sebelumnya membentuk tiang, dan rebound yang lambat membentuk bendera. Jika harga menembus garis tren bawah pola ini, maka penurunan lebih dalam sering kali terjadi, dengan ukuran penurunan yang sama seperti sebelumnya.

Pola tiang-bendera memberikan peringatan teknis yang jelas, meskipun tidak mengonfirmasi breakdown secara sendirian. Penurunan sebelumnya, yang diukur sebesar 25%, memberikan jendela risiko yang jelas, di mana Bitcoin berpotensi mengalami penurunan lebih dalam jika dukungan gagal bertahan. Hal ini menjadi perhatian besar bagi para pelaku pasar, karena penurunan lebih lanjut dapat memicu aksi jual besar-besaran.

Selain pola teknikal, ada juga faktor lain yang memperburuk situasi. Total Bitcoin yang dimiliki oleh holder jangka pendek telah meningkat signifikan. Dari sekitar 2,44 juta BTC pada 13 November, kini jumlah tersebut telah naik menjadi sekitar 2,67 juta BTC. Peningkatan hampir 10% ini adalah yang tertinggi dalam enam bulan terakhir. Koin-koin ini biasanya dibeli dengan keyakinan rendah, sering kali dengan tujuan jangka pendek, dan dijual cepat ketika volatilitas pasar meningkat. Peningkatan pasokan holder jangka pendek selama rebound yang lemah sering kali mengindikasikan lebih banyak “uang cepat” yang bisa keluar sekaligus, meningkatkan potensi penurunan harga.

Peta likuidasi di Binance untuk pasangan BTC/USDT menunjukkan bahwa sekitar US$2,24 miliar dalam posisi leverage panjang tertumpuk di bawah harga saat ini, sementara hanya ada sekitar US$536 juta dalam posisi pendek di atasnya. Dengan kata lain, hampir 81% dari risiko likuidasi saat ini berada pada posisi panjang. Artinya, jika harga Bitcoin turun, potensi likuidasi posisi panjang jauh lebih besar daripada posisi pendek, yang bisa mempercepat pergerakan harga ke bawah.

Jika harga Bitcoin bergerak bersih di bawah dukungan bendera saat ini, itu tidak hanya akan mendorong harga spot lebih rendah, tetapi juga bisa memicu aksi jual besar-besaran dari posisi panjang yang terpaksa dilikuidasi. Ini akan memperburuk pergerakan ke bawah yang sudah dimulai oleh pola tersebut, mempercepat penurunan harga Bitcoin.

Level kunci pertama yang harus diperhatikan adalah US$89.100. Penurunan bersih di bawah level ini akan mematahkan pola bendera dan membuka potensi penurunan lebih lanjut. Jika hal ini terjadi, dukungan berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$80.500. Jika tekanan terus berlanjut, ekstensi penuh dari pola bendera bisa mendorong harga Bitcoin ke sekitar US$66.600, mencatatkan penurunan sebesar 25% dari harga saat ini.

Namun, jika Bitcoin berhasil menembus ke atas US$95.900, seluruh risiko penurunan ini bisa dibatalkan. Level tersebut berada di atas titik tengah pola bendera, yang memberi sinyal bahwa pembeli telah mendapatkan kembali kekuatan mereka. Dalam kasus ini, Bitcoin bisa mencoba untuk melanjutkan pergerakan bullish menuju US$107.400.

Harga Bitcoin kini berada di antara dua garis kunci ini. Penurunan bersih di bawah US$89.100 akan mengonfirmasi risiko penurunan tajam, sementara kenaikan di atas US$95.900 akan menghapuskan kemungkinan penurunan lebih dalam. Para trader dan analis kini mengamati dengan cermat untuk melihat pergerakan selanjutnya, yang akan menentukan arah harga Bitcoin dalam waktu dekat.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.