Bitcoin Berpotensi Tembus USD 200.000 di 2026, Ini Kata Analis
VISI.NEWS | BANDUNG - Pasar aset kripto diperkirakan berpeluang memasuki fase pertumbuhan baru pada 2026, seiring potensi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).
Managing Director Clear Street, Owen Lau, menilai kebijakan suku bunga The Fed akan menjadi faktor kunci yang memengaruhi arah pasar kripto dalam dua tahun ke depan. Menurutnya, penurunan suku bunga berpotensi mendorong arus investasi ke aset berisiko, termasuk kripto.
“Laju pemangkasan suku bunga The Federal Reserve Amerika Serikat akan menjadi katalis utama bagi pasar kripto pada 2026, yang dapat mendorong investor ritel dan institusi masuk ke pasar jika suku bunga terus turun,” ujar Owen Lau dikutip dari coinmarketcap, Jumat (2/1/2026).
Para pakar kripto juga menilai harapan penurunan suku bunga, ditambah masuknya dana dari produk Exchange-Traded Fund (ETF) kripto, menjadi pendorong utama optimisme pasar.
Dengan mulai meningkatnya minat investor institusi, sejumlah analis memperkirakan terjadi perubahan pola siklus Bitcoin, dari yang sebelumnya dikenal dengan siklus empat tahunan, menjadi lebih pendek atau sekitar dua tahun. Namun demikian, regulasi dan dinamika permintaan pasar tetap dinilai akan sangat menentukan hasil akhirnya.
Bitcoin Berpotensi Tembus USD 200.000
Seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatnya aliran dana ETF, harga Bitcoin diprediksi berpeluang mencetak rekor baru. Sejumlah analis bahkan memperkirakan nilainya dapat melampaui USD 200.000 dalam skenario pasar yang mendukung.
Meski demikian, sentimen pasar masih diwarnai sikap hati-hati. Pengalaman sebelumnya menunjukkan volatilitas tetap menjadi karakter utama aset kripto.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!