BHRD Mengalibrasi Arah Qiblat Masjid Ribaathul Murid Komplek YTKP Banjar Asri Cimaung
VISI.NEWS | CIMAUNG - Badan hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Bandung memenuhi permintaan kalibrasi dari DKM Ribaathul Murid di Jalan Gunung Puntang KM 1 Cimaung. Lembaga ini pada Kamis (9/11/2023) pagi menerjunkan timnya yang dipimpin langsung Ketuanya KH. Asep Setiawan S.Pd.I, dan tim pengukuran arah kiblat empat orang ahli kalibrasi yakni, Moh. Nizar Meidiana, H. Heri Ali Imron, Farhan M. Ramdhan, Kiki Sodikin, serta Humas BHRD.
"Masjid Ribaathul Murid sebelumnya bernama masjid Al Kindi, dibangun awal dengan luas 6x6 meter, lalu bertahap dan sampai terakhir, telah tiga kali mengalami perluasan renovasi pada masjidnya, hingga bertambah keseluruhannya menjadi 14x15 Meter," kata Ketua DKM Masjid Ribaathul Murid, Ustad Hendri Purnama, S.Pd.I.
Walau sudah diperluas bangunan masjidnya, kata Ustad Hendri, tapi karena jumlah siswa yang sangat besar. "Maka jika dipakai untuk salat Jumat, jamaah bisa sampai meluber ke luar halaman masjidnya," imbuh pengawas yayasan YTKP. H. Mohammad Nandang Solihin.
Mesjid yang berada di bawah Yayasan Tri Karya Pembangunan (YTKP) Banjar Asri Cimaung di jln Gunung Puntang Km. 01 Cimaung itu pertama kali didirikan pada tahun 1991 itu merupakan masjid di Komplek Pendidikan SMP/SMU/SMK YTKP Banjar Asri. Yayasan ini berada di bawah binaan istri mantan Gubernur Jabar Dr. Hj. Atalia Praratya, S.IP., M.I.Kom.
Jumlah jamaah mesjid tersebut terus bertambah sejalan dengan meningkatnya jumlah siswa yang sekarang menjadi 1.300 orang siswa, ditambah 147 pengelola, terdiri dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan karyawan penunjang lainnya.
Pada bulan April lalu, katanya lebih lanjut, telah mengadakan rapat pengurus yayasan untuk mulai merencanakan pemenuhan sarana pembinaan spritual bagi warga Banjar Asri, sehingga dari hasil rapat tersebut, diputuskan perlu adanya perluasan.
"Sehingga pada bulan April di mulai pembongkaran dan mulai pembangunan kembali masjid tersebut, yang dapat diselesaikan di awal November, tanggal 3 hari Jum'at lalu, " jelasnya.
Mesjid setelah selesai diresmikan langsung oleh Hj. Atalia Praratya dan namanya pun resmi pula berganti menjadi Masjid Ribaathul murid, yang mengandung arti, tempat bagi para pembelajar.
Kemudian untuk lebih meyakinkan arah yang tepat menuju Ka'bah di Masjidil Haram, jelasnya, maka dari pihak DKM, mengundang pihak BHRD untuk melakukan kalibrasi, untuk lebih memberi keabsahan pada benarnya arah kiblat, sesuai Sunnah Rasulullah SAW.
Hadir pada sesi pelaksanaan Kalibrasi diantaranya, Moh. Nandang Solihin, dewan penyantun, Toto Taryana sekertaris umum, Ustad Hendrik Purnama Ketua DKM Masjid Ribaathul murid.
"Kita berharap setelah kalibrasi dari pihak terkait, para siswa bisa lebih yakin, khusyu dan istiqamah dalam beribadah, semarak dan makmurnya kegiatan santapan ruhani bagi seluruh civitas yang ada di Banjar Asri, dan penduduk sekitar masjid, di sertai harapan terlahirnya generasi yang saleh, salehah, di sertai prinsip ilmu amaliah dan amal ilmiah." pungkas Moh Nandang Solihin.
@bambang melga suprayogi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!