BGN Gandeng Kemenpar Kembangkan SDM Dapur Gizi Nasional
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 18 Juni 2025 | 16:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat berpotensi menyerap anggaran hingga Rp 50 triliun. Nilai ini bahkan melampaui total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat yang berkisar antara Rp 31 hingga Rp 33 triliun.
"Jika dihitung, uang badan gizi yang akan mengalir ke Jawa Barat kurang lebih Rp 50 triliun. Jauh lebih besar dibandingkan APBD provinsinya. Tapi ini adalah satu potensi yang luar biasa," ujar Dadan saat menghadiri kegiatan di Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Rabu (18/6/2025).
Anggaran tersebut ditujukan untuk melayani sekitar 12 juta siswa, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Guna mendukung pelaksanaan, BGN menargetkan pembangunan 5.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Jawa Barat. Setiap dapur diperkirakan menelan biaya hingga Rp 10 miliar.
Hingga kini, lebih dari 600 SPPG telah berdiri di wilayah Jabar. BGN menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 2.000 dalam waktu dekat.
"Kami akan kejar untuk bisa mencapai 5.000 di akhir November. Dan saya kira ini membutuhkan kerjasama yang intens berbagai pihak. Setelah ini saya akan ke Gedung Sate untuk bekerjasama dengan Pemprov Jawa Barat agar percepatan bisa terjadi," kata Dadan.
Sebagai bagian dari percepatan, BGN menggandeng Kementerian Pariwisata dan berbagai Politeknik Pariwisata di Indonesia, termasuk Poltekpar NHI Bandung. Kerjasama ini bertujuan menyediakan pelatihan bagi juru masak dan pengelola dapur MBG.
“Poltekpar memiliki keunggulan dalam pelatihan kuliner dan manajemen dapur. Ini akan jadi kekuatan besar,” imbuhnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal potensi keracunan atau masalah pencernaan, Dadan menekankan bahwa BGN memberlakukan standar operasional ketat sejak proses pemilihan bahan hingga penyajian makanan. Para penjamah makanan dilatih secara berkala setiap dua bulan, dengan skema kerja lima hari dan pelatihan di akhir pekan.
"Target kami adalah nol kejadian gangguan pencernaan. Kami memperketat SOP sejak awal, dan mereka yang dilatih menjadi Kepala SPPG sudah melalui proses seleksi dan pelatihan berjenjang," tegasnya.
Selain makanan segar, BGN juga tengah mengembangkan produk makanan bergizi tahan lama untuk kebutuhan selama libur sekolah dan bulan Ramadan.
"Inovasi seperti ini sangat penting. Maka pelatihan yang kontinyu, dengan dukungan Kementerian Pariwisata, akan jadi bagian dari strategi nasional kami," terangnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG. Ia memastikan Kemenpar akan menyediakan tenaga pelatih melalui enam Poltekpar yang tersebar di berbagai daerah.
"Kemenpar punya 6 Poltekpar yang ada di Bandung, Medan, Lombok, Bali, Palembang, Makassar. Tentu kami ingin mendukung program nasional ini dan diaplikasikan di seluruh Poltekpar," ucap Widiyanti singkat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!